Resmi! Persib Bandung Mengeluarkan Pernyataan Soal Tuduhan Rasis Marc Klok kepada Pemain Bhayangkara FC
- tvOnenews/Dwi RB
"Kami mengajak semua pihak untuk menahan diri, tidak berspekulasi, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah demi menjaga kondusivitas kompetisi dan ekosistem sepak bola Indonesia," tutup pernyataan resmi Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat.
- Persib
Merespons laporan Bhayangkara FC, Marc Klok pun mengeluarkan pernyataan resmi yang tegas dan penuh emosi. Gelandang naturalisasi asal Belanda itu menyebut tuduhan yang beredar tidak hanya tidak berdasar, tapi juga sangat mencederai reputasi yang sudah ia bangun bertahun-tahun di atas lapangan hijau.
"Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang ditujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat diterima dan merugikan nama baik saya," ujar Marc Klok dalam pernyataan resminya.
Klok menegaskan bahwa nilai anti-rasisme bukan sekadar slogan baginya, melainkan prinsip hidup yang telah ia pegang sejak lama. Seluruh perjalanan panjang kariernya di berbagai negara ia klaim selalu berlandaskan rasa hormat kepada siapa pun tanpa terkecuali.
"Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme, dan anti-rasisme," tegasnya.
- instagram Persib Bandung
Ia pun mengingatkan rekam jejaknya berkarier bersama pemain dari berbagai penjuru dunia dengan latar belakang yang sangat beragam. Semua itu, menurut Klok, menjadi bukti nyata bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya sangat jauh dari karakter aslinya yang sebenarnya.
"Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya, dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan," sambungnya.
Klok kemudian membeberkan kronologi sesungguhnya yang memantik kesalahpahaman fatal tersebut. Saat Persib berhasil mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 2-1, Henri Doumbia justru menahan bola dan enggan meletakkannya untuk restart kick-off berikutnya.
"Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, 'Give me the ball back'," jelasnya lugas.
Load more