Persib Bandung dan Borneo FC Saling Sikut, I.League Antisipasi Penyerahan Trofi Super League di Dua Kota
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Persaingan gelar juara BRI Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung panas hingga pekan terakhir kompetisi. Situasi itu membuat operator liga, I.League, mulai menyiapkan langkah antisipasi terkait seremoni penyerahan trofi juara musim ini.
Direktur Operasional I.League Asep Saputra mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua skema berbeda demi memastikan prosesi penyerahan trofi berjalan lancar. Langkah itu diambil karena peluang juara masih terbuka untuk dua tim yang bersaing ketat di papan atas klasemen.
Dua lokasi yang dipersiapkan untuk seremoni penyerahan trofi berada di Bandung dan Samarinda. Kedua kota tersebut merupakan markas dari Persib Bandung dan Borneo FC yang kini sama-sama masih menjaga asa meraih gelar juara musim ini.
Hingga pekan ke-32, Persib Bandung masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 75 poin. Sementara itu, Borneo FC membayangi di posisi kedua dengan jumlah poin yang sama sehingga persaingan dipastikan berlangsung sengit sampai akhir musim.
"Di mana pialanya? Ya kita akan siap di dua tempat kalau sampai week 33 masih belum ketahuan," ujar Asep di Kantor I.League, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pada pekan ke-33 akhir pekan ini, kedua tim akan sama-sama melakoni pertandingan tandang yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar juara. Jadwal pertandingan yang berlangsung bersamaan membuat atmosfer persaingan diprediksi semakin menegangkan.
Persib Bandung dijadwalkan bertandang ke markas PSM Makassar pada Minggu (17/5) pukul 19.00 WIB. Di waktu yang sama, Borneo FC akan menghadapi tuan rumah Persijap Jepara dalam laga yang tak kalah krusial.
Apabila Persib dan Borneo sama-sama mampu meraih kemenangan pada pekan ke-33, maka penentuan gelar juara dipastikan berlangsung hingga laga terakhir musim ini. Situasi tersebut membuat tensi kompetisi dipastikan semakin tinggi menjelang akhir musim.
Pada pekan penutup kompetisi, Persib Bandung akan menjamu Persijap Jepara di kandang sendiri pada Sabtu (23/5) pukul 16.00 WIB. Sementara itu, Borneo FC dijadwalkan menerima kunjungan Malut United di Samarinda pada waktu yang bersamaan.
Meski persaingan masih sangat terbuka, Persib Bandung sedikit lebih diunggulkan dalam perebutan gelar juara. Keunggulan itu didapat karena Maung Bandung berhasil memenangi rekor head-to-head atas Borneo FC musim ini.
Dengan situasi tersebut, Persib dipastikan keluar sebagai juara apabila kedua tim sama-sama menyapu bersih dua pertandingan tersisa dengan kemenangan. Regulasi head-to-head membuat posisi Persib lebih aman dibanding pesaing terdekatnya itu.
Asep mengaku tidak terlalu pusing memikirkan skema penyerahan trofi juara musim ini. Menurutnya, persaingan yang berlangsung ketat hingga akhir kompetisi justru menjadi bukti bahwa kualitas liga sepak bola Indonesia semakin kompetitif.
"Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di Super League 2025/2026. Kompetitif sekali dari tiga (Persib, Borneo, Persija) sekarang ya kita lihat dua (Persib, Borneo) bahkan betul-betul belum bisa kita prediksi," kata Asep.
Asep juga menilai persaingan juara hingga pekan terakhir bukanlah hal baru dalam kompetisi sepak bola Indonesia. Ia mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi pada musim 2018 saat perebutan gelar berlangsung dramatis hingga laga terakhir.
"Dan memang ini juga bukan hal yang baru ya, saya pikir juga kan tahun 2018 pernah terjadi sampai terakhir LIB (Liga Indonesia Baru, nama lama I.League) waktu itu juga ada tim di Makassar, ada tim di Jakarta," ucap Asep.
"Premier League juga sama. Jadi saya pikir inilah memang sisi lain menariknya sebuah kompetisi yang kompetitif," tambah dia.
Ketika ditanya mengenai lokasi penyimpanan trofi replika untuk seremoni juara nanti, Asep memilih memberikan jawaban diplomatis. Ia pun meminta awak media menafsirkan sendiri detail teknis yang telah dipersiapkan operator kompetisi tersebut.
"Ya kalau itu detail itu saya pikir itu biar menjadi rekaan dari teman-teman wartawan saja yang mana, tapi intinya pasti ada equality. Diartikan saja gitu," pungkasnya.
(igp/rda)
Load more