Penyebab Persija Jakarta Gagal Juara Super League 2025-2026 Terungkap, Ternyata Kekurangan Sosok Ini
- Instagram @persija
‎Jakarta, tvOnenews.com - Manajer Persija Jakarta Ardhi Tjahjoko mengungkapkan salah satu kelemahan terbesar timnya pada musim ini. Menurut dia, Macan Kemayoran tidak memiliki sosok striker tajam yang mampu menjadi pembeda di lini depan seperti Marko Simic pada musim juara 2018.
‎Ketiadaan penyerang haus gol disebut Ardhi menjadi faktor yang cukup memengaruhi perjalanan Persija sepanjang musim 2025/2026. Meski tampil konsisten di papan atas, Persija akhirnya gagal bersaing hingga akhir dalam perebutan gelar juara Super League.Â
‎Ardhi menilai lini depan Persija belum cukup efektif dalam memaksimalkan peluang yang tercipta. Situasi tersebut membuat tim ibu kota kerap kesulitan mengunci kemenangan pada pertandingan-pertandingan penting.
‎"Kami tidak mempunyai goal getter. Jadi saat bola itu sudah sampai ke depan, susah untuk membuat gol," ujar Ardhi kepada pewarta di Jakarta, Rabu (20/5/2026).Â
‎Nama Marko Simic kembali menjadi perbandingan karena kontribusinya yang luar biasa ketika membawa Persija menjuarai Liga 1 Indonesia 2018. Pada musim tersebut, striker asal Kroasia itu tampil sangat produktif dan menjadi mesin gol utama Macan Kemayoran.
‎Simic mampu mencetak total 28 gol sepanjang musim 2018 bersama Persija. Catatan itu bahkan menyumbang lebih dari separuh total gol tim yang ketika itu mengemas 53 gol selama kompetisi berlangsung.
‎Produktivitas Simic dianggap menjadi salah satu kunci keberhasilan Persija meraih gelar juara pada musim tersebut. Kehadiran striker yang konsisten mencetak gol membuat permainan Persija lebih efektif saat menghadapi tekanan dalam persaingan papan atas.
‎Berbeda dengan musim ini, Persija belum memiliki pemain yang mampu menyamai kontribusi gol Simic. Penyerang asal Brasil, Maxwell Souza, memang menjadi top skor tim, namun jumlah golnya masih jauh dibandingkan Simic pada 2018.
‎Maxwell Souza hanya mencetak 15 gol sepanjang Super League musim 2025/2026. Jumlah tersebut bahkan tidak mencapai seperempat dari total koleksi gol Persija yang sejauh ini sudah menembus 62 gol.
‎Meski demikian, Ardhi tetap melihat banyak perkembangan positif dalam skuad Persija musim ini. Ia menilai secara kualitas permainan dan materi pemain, Persija edisi sekarang justru lebih baik dibandingkan tim juara 2018.
Load more