Persipura Jayapura Buka Suara soal Sanksi Berat yang Dijatuhkan PSSI: Hukuman Bukan Satu-satunya Solusi!
- Instagram/persipurapapua1963
‎Jakarta, tvOnenews.com - Manajemen Persipura Jayapura akhirnya buka suara terkait hukuman berat yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI usai kericuhan pada laga play-off promosi Championship 2025/2026. Sanksi tersebut diberikan setelah pertandingan melawan Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5), berlangsung ricuh seusai peluit panjang dibunyikan.
‎Laga tersebut berakhir pahit bagi Persipura setelah kalah dengan skor 0-1 di hadapan pendukung sendiri. Kekalahan itu sekaligus memastikan tim berjuluk Mutiara Hitam gagal merebut tiket promosi ke kasta tertinggi Super League musim depan.
‎Kekecewaan suporter yang memuncak setelah pertandingan kemudian berubah menjadi kerusuhan di area stadion. Sejumlah fasilitas Stadion Lukas Enembe dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan beberapa kendaraan turut dibakar dalam insiden tersebut.
‎Akibat kejadian itu, Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Persipura. Salah satu sanksi yang paling berat ialah larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh di ajang Championship musim depan.
‎Manajemen Persipura pun merespon keputusan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu. Dalam keterangannya, mereka menyoroti pentingnya menjaga semangat sepak bola tanpa harus sepenuhnya menghilangkan kehadiran suporter di stadion.
‎"Kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang," tulis keterangan resmi manajemen Persipura, Rabu (20/5/2026).Â
‎"Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini," tambahnya.Â
‎Persipura menilai bahwa pembinaan terhadap suporter perlu menjadi fokus utama dalam memperbaiki budaya sepak bola Indonesia. Mereka menegaskan bahwa edukasi dan sosialisasi harus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh pendukung maupun penonton umum.
‎Menurut manajemen klub asal Papua tersebut, para suporter perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya mendukung tim secara bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga harus diajak untuk menghormati regulasi serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.
‎Persipura percaya langkah edukatif dapat menjadi solusi jangka panjang dibanding hanya mengedepankan hukuman semata. Klub itu menilai perubahan perilaku suporter tidak bisa terbentuk secara instan tanpa adanya komunikasi dan pembinaan yang konsisten.
‎"Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama," tulis manajemen Persipura.
‎Tim Mutiara Hitam juga optimistis atmosfer sepak bola Indonesia dapat menjadi lebih sehat dan tertib apabila semua pihak bekerja sama. Mereka menilai koordinasi yang baik antara klub, suporter, dan federasi akan menciptakan lingkungan pertandingan yang lebih aman.
‎Selain itu, Persipura berharap PSSI tidak hanya berfokus pada pemberian sanksi setelah insiden terjadi. Mereka meminta federasi ikut aktif melakukan pengawasan serta pendampingan kepada klub dan komunitas suporter.
‎Manajemen Persipura turut mendorong adanya program sosialisasi yang lebih masif bagi para pendukung sepak bola di Tanah Air. Menurut mereka, pendekatan kolaboratif akan jauh lebih efektif untuk membangun budaya suporter yang dewasa dan bertanggung jawab.
‎Klub kebanggaan masyarakat Papua itu juga mengusulkan adanya workshop bersama dan forum komunikasi rutin antara klub dengan kelompok suporter. Langkah tersebut dianggap penting untuk mempererat hubungan sekaligus mengurangi potensi konflik di kemudian hari.
‎"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak — klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan — agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup manajemen Persipura.
‎(igp/rda)
Load more