GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Daisuke Sato Akhirnya Buka Suara setelah Persib Kena Larangan FIFA, Eks Maung Bandung Tegaskan Hal Ini

Daisuke Sato buka suara soal larangan registrasi FIFA untuk Persib Bandung, menegaskan kasus ini bukan laporan baru dan meminta publik memahami kronologinya.
Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:51 WIB
Daisuke Sato
Sumber :
  • Media Persib Bandung

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pemain Persib Bandung, Daisuke Sato, akhirnya buka suara setelah namanya terseret dalam polemik larangan registrasi pemain baru dari FIFA untuk Maung Bandung. Bek asal Filipina itu merasa perlu memberi klarifikasi karena kritik publik mulai mengarah kepadanya.

Persib Bandung tengah menjadi perhatian setelah masuk dalam FIFA Registration Ban List pada akhir Mei 2026. Situasi tersebut membuat Maung Bandung untuk sementara tidak bisa mendaftarkan pemain baru sampai persoalan yang menjadi dasar sanksi diselesaikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Daisuke Sato kemudian muncul karena kasus ini berkaitan dengan sengketa kontrak setelah kerja samanya dengan Persib berakhir lebih cepat. Pemain bernama lengkap Daisuke Caumanday Sato itu menegaskan bahwa larangan FIFA tersebut bukan muncul karena laporan baru darinya.

“Saya ingin mengklarifikasi diskusi baru-baru ini mengenai larangan registrasi FIFA yang dijatuhkan pada PERSIB Bandung," tulis Sato dalam Instagram Story-nya pada Sabtu (30/5/2026).

“Masalah ini bukan hasil dari pengaduan baru atau tindakan baru-baru ini dari pihak saya. Ini berkaitan dengan perselisihan kontrak antara PERSIB Bandung dan saya sendiri, Daisuke Caumanday Sato, menyusul pemutusan kontrak saya pada tahun 2023," lanjutnya.

Sato menjelaskan bahwa sejak awal dirinya berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara profesional. Namun, situasi kontrak yang terjadi saat itu membuatnya merasa harus menempuh jalur hukum untuk melindungi hak sebagai pemain.

“Sejak awal, saya mencoba menangani situasi ini secara profesional dan melalui saluran yang tepat. Sayangnya, karena cara situasi kontrak saya ditangani pada saat itu, dan situasi yang saya alami, saya tidak punya pilihan masuk akal selain melindungi hak-hak saya melalui proses hukum," katanya.

Kasus tersebut kemudian diproses melalui badan sepak bola dan jalur hukum yang berwenang. Menurut Sato, keputusan yang keluar pada akhirnya memperkuat posisinya dalam sengketa tersebut.

“Kasus ini kemudian diperiksa oleh badan sepak bola dan hukum yang berwenang. PERSIB Bandung memilih untuk menantang masalah tersebut melalui prosedur yang tersedia. Setelah melalui semua tahapan proses, keputusan-keputusan tersebut memperkuat posisi saya," ujarnya.

Sato juga mengungkapkan bahwa Persib sempat meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan mencantumkan nama pemain dan klub. Namun, pihaknya keberatan karena menilai perkara tersebut perlu ditangani secara terbuka.

“PERSIB meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan nama pemain dan klub, dengan alasan kekhawatiran terkait kehormatan dan reputasi. Kami keberatan dengan permintaan tersebut karena kami percaya masalah ini harus ditangani dengan transparansi," ucapnya.

Dalam klarifikasinya, Sato kembali menegaskan bahwa sanksi FIFA yang muncul saat ini bukan karena dirinya baru melaporkan Persib. Ia menyebut situasi tersebut merupakan akibat dari kegagalan mematuhi keputusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan.

“Oleh karena itu, larangan registrasi FIFA saat ini bukan karena saya melaporkan klub sekarang. Ini adalah konsekuensi dari kegagalan untuk mematuhi keputusan akhir dalam waktu yang ditentukan," katanya.

Meski bersengketa dengan Persib, Sato menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan klub maupun Bobotoh. Ia juga menyatakan tetap menghormati sejarah Persib, mantan rekan setimnya, dan sepak bola Indonesia.

“Saya ingin memperjelas bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan pendukung PERSIB, atau klub sebagai sebuah institusi. Saya selalu menghormati PERSIB, sejarahnya, rekan satu tim saya, dan sepak bola Indonesia," ucapnya.

“Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub atau pendukungnya. Ini semata-mata tentang melindungi hak-hak profesional saya dan memastikan bahwa keputusan yang tepat dihormati," sambungnya.

Sato kemudian meminta publik memahami kronologi kasus secara utuh sebelum memberi penilaian. Ia berharap kritik tidak diarahkan kepadanya tanpa melihat proses panjang yang telah berjalan sejak persoalan kontraknya muncul.

“Saya dengan hormat meminta kepada publik dan para pendukung untuk memahami kronologi lengkap sebelum membuat penilaian atau mengarahkan kritik kepada saya," katanya.

Pada bagian akhir pernyataannya, Sato menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendampinginya selama proses hukum berjalan. Ia secara khusus menyebut tim hukum yang menemaninya sejak awal sengketa.

“Terakhir, saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya selama tiga tahun ini, terutama tim hukum saya, Pedro Macieirinha dan JMPM - Sociedade de Advogados, yang telah bersama saya sejak awal proses ini," ucapnya.

“Saya tetap bersyukur atas waktu saya di Indonesia dan terus menghormati PERSIB Bandung, Bobotoh, dan sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Di sisi lain, Persib sebelumnya telah memberi penjelasan resmi bahwa kasus tersebut bukan berkaitan dengan tunggakan gaji pemain. Maung Bandung menyebut persoalan ini merupakan sengketa kontraktual terkait penyelesaian terminasi kerja sama dengan Sato pada 2023.

Persib juga menyatakan sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan agar status transfer ban bisa dicabut. Dengan demikian, polemik ini kini tinggal menunggu penyelesaian administratif sesuai prosedur FIFA. (fan)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Beasiswa untuk 40 Anak Papua Kuliah Gratis di Bandung: Biaya Hidup Kami Tanggung

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan memberikan program beasiswa kepada 40 anak Papua agar kuliah gratis di Bandung. Pihaknya menanggung biaya hidup mereka.
Rekap Hasil UFC Macau: Song Yadong Kalahkan Deiveson Figueiredo Lewat Kuncian Leher Mematikan

Rekap Hasil UFC Macau: Song Yadong Kalahkan Deiveson Figueiredo Lewat Kuncian Leher Mematikan

Rekap hasil UFC Macau malam ini, di mana Song Yadong berhasil mengalahkan Deiveson Figueiredo lewat submission.
Bos Persib Ungkap Kronologi Ban FIFA yang Libatkan Daisuke Sato: Awalnya ...

Bos Persib Ungkap Kronologi Ban FIFA yang Libatkan Daisuke Sato: Awalnya ...

FIFA Registration Ban adalah regulasi FIFA yang melarang klub mendaftarkan pemain baru selama ada sengketa dengan pemain atau pelatih.
5 Penyakit Degeneratif yang Perlu Diwaspadai Lansia

5 Penyakit Degeneratif yang Perlu Diwaspadai Lansia

Penyakit degeneratif masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar yang dihadapi masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok lanjut usia. 
Turnamen FC Mobile Digelar di Bandung, Pertemukan Atlet Esport dengan Influencer

Turnamen FC Mobile Digelar di Bandung, Pertemukan Atlet Esport dengan Influencer

EA Sport mempertemukan komunitas, atlet esport dalam turnamen FC Mobile, serta laga hiburan antar influencer Bandung.
Demi Masa Depan Lebih Baik, Taiwan Gelar Inisiatif Gaya Hidup Sehat

Demi Masa Depan Lebih Baik, Taiwan Gelar Inisiatif Gaya Hidup Sehat

Mengusung tema "Merancang Masa Depan Lebih Sehat Bersama", Taiwan menginisiatif ajang yang dirancang untuk mengajak instansi pemerintah, badan hukum, perusahaan, hingga lembaga dari seluruh penjuru dunia untuk mengirimkan proposal penerapan yang inovatif.

Trending

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Resmi! Persib Kena Sanksi Berat FIFA Usai Juara Super League, Maung Bandung Tak Bisa Lakukan Transfer Musim Depan

Kabar mengejutkan datang dari Persib di tengah suasana perayaan gelar juara Super League musim 2025/2026. Maung Bandung malah resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA.
PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

PDIP Komentari Rencana Jokowi Blusukan ke Daerah: Supaya Masyarakat Yakin, Tunjukkan Ijazah Aslinya

Ketua DPP PDIP Djarot Djarot Saiful Hidayat berkomentar terkait rencana mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) blusukan ke sejumlah daerah, pada Sabtu.
Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Mitchell Baker dan Luke Vickery Hadir di TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Fix Dinaturalisasi buat Bela Garuda?

Sejumlah wajah baru terpantau hadir dalam sesi latihan Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Termasuk diaspora Mitchell Baker hingga Luke Vickery.
Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib Disanksi FIFA, Ini Langkah yang Harus Dilakukan Maung Bandung agar Lolos dari Hukuman Transfer Ban Musim Depan

Persib hadapi situasi sulit setelah FIFA menjatuhkan sanksi larangan transfer kepada klub berjuluk Maung Bandung itu. Manajemen kini dituntut bergerak cepat.
Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Kode Keras untuk Klub-klub Super League? Begini Kata Shin Tae-yong Setelah Ditanya tentang Masa Depannya

Secara tidak langsung, eks Timnas Indonesia Shin Tae-yong menjawab rumor ketertarikan klub Super League ketika ditanya orang Korea mengenai karier melatihnya.
Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau Nilai Tukar Ringgit Menguat, PM Malaysia Beri Intruksi Jajaran untuk Berhemat

Walau nilai tukar Ringgit Malaysia menguat. PM Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim justru menginstruksikan jajaran pemerintahannya untuk melakukan penghematan
Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Sosok dan Kronologi Heru 'Jejak Si Gundul' Kena Bisa Ular Kobra: 18 Jam Tidak Bisa Melihat

Akibat insiden itu, mata Heru Gundul mengalami kemerahan dan bengkak. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa membuka mata selama 18 jam. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT