Ketua Umum Viking Persib Club Sambut Baik Wacana Penghapusan Larangan Suporter Tamu
- tvOnenews/Dwi RB
Bandung, tvOnenews.com - Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar menyambut wacana penghapusan aturan larangan suporter tamu ke stadion yang sudah berlaku sejak tiga musim terakhir.
Larangan ini muncul pasca terjadinya peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Oktober 2022 lalu.
Insiden yang merenggut 135 nyawa ini membuat FIFA meminta larangan suporter tamu untuk masuk ke tribun.
Setelah tiga musim berjalan, muncul gagasan supaya regulasi ini direlaksasi. Kabar itu mendapat respon yang positif dari Tobias Ginanjar lantaran Bobotoh kini bisa kembali mendukung tim kebanggannya baik di kandang dan tandang.
- tvOnenews/Dwi RB
"Sangat menyambut baik ya kalau memang itu benar terjadi. Karena kan bagaimanapun away itu sarana silaturahmi mendekatkan antar suporter sebenarnya. Kalau ada risiko bentrok dan lain sebagainya kan sebenarnya itu bisa dimitigasi," kata Tobias saat diwawancara di Bandung, Rabu (8/7/2026).
Memang potensi kericuhan bisa saja terjadi dalam pertandingan jika kedua kelompok suporter bertemu. Namun hal tersebut seharusnya bisa dicegah pihak kepolisian yang bertugas menjaga keamanan.
"Karena ada aparat keamanan, ada koordinasi awal sebelum pertandingan dan lain-lainnya, jadi pasti aparat keamanan mempunyai pertimbangan lah apakah suporter tersebut boleh datang atau tidak," tutur dia.
"Jadi sebenarnya sangat baik kalau dihapus, jadi tidak dipukul rata semua tidak boleh gitu. Tetapi dikembalikan ke hubungan antar kedua suporter dan dikembalikan pada pertimbangan kepolisian," tutur Tobias Ginanjar melanjutkan.
Jika aturan larangan suporter tamu dihapus, Viking dan komunitas Bobotoh lain jadi bisa mendukung klub saat tandang.
Dia juga menyebut bahwa di tiga musim terakhir hal tersebut masih suka dilakukan meskipun dilarang meski imbasnya klub terkena denda.
"Karena sekarang juga larangan away ada tapi pada kenyataannya di lapangan orang away-away aja, jadi buat apa bikin aturan tersebut kalau memang tidak efektif gitu," terang Tobias.
"Jadi sudah benar sekali kalau memang mau dicabut. Tinggal bagaimana PSSI berkoordinasi atau PT LIB, PSSI, klub, semuanya suporter saling berkoordinasi sama pihak kepolisian untuk bikin skema away yang aman dan bisa aman buat semuanya," imbuh dia.
Load more