Erick Thohir Bocorkan Rencana Besar PSSI, Sebut Piala Presiden Tak Lagi untuk Klub Mulai Tahun Depan
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan rencana besar terkait masa depan Piala Presiden. Turnamen pramusim yang selama ini diikuti klub-klub sepak bola Indonesia berpeluang berubah fungsi menjadi ajang pengembangan Timnas Indonesia.
Wacana tersebut disampaikan Erick Thohir usai Kongres Biasa PSSI 2026. Menurutnya, perubahan itu masih dalam tahap pembahasan bersama seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional.
Erick menjelaskan kondisi kompetisi sepak bola Indonesia kini telah mengalami perkembangan. Klub-klub peserta kasta tertinggi kini memiliki lebih banyak agenda setelah hadirnya kompetisi Piala Liga.
Karena itu, PSSI menilai perlu melakukan penyesuaian terhadap peran Piala Presiden. Turnamen tersebut diharapkan memiliki fungsi yang lebih strategis bagi kemajuan sepak bola nasional.
Menurut Erick, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah menjadikan Piala Presiden sebagai wadah pembinaan dan pengembangan Timnas Indonesia. Dengan begitu, turnamen tersebut akan memiliki orientasi berbeda dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.
"Kami sudah bicara tadi di kongres, Piala Presiden berikutnya, karena memang klub-klub sudah juga (operator) liga melahirkan yang namanya Piala Liga, nah tentu Piala Presiden tahun depan tidak lagi untuk klub. Kita akan coba bagaimana Piala Presiden ini malah kita kembangkan untuk pengembangan tim nasional kita, ya," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8/2026).
"Tentu kita ini akan kita coba, tapi kasih waktu kita untuk berdiskusi untuk Piala Presiden berikutnya, gitu ya," tambahnya.
Meski demikian, Erick menegaskan belum ada keputusan final mengenai format baru tersebut. PSSI masih akan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan konsep penyelenggaraan Piala Presiden pada musim mendatang.
Piala Presiden sendiri memiliki sejarah panjang dalam perjalanan sepak bola Indonesia. Turnamen ini pertama kali digelar pada 2015 ketika kompetisi nasional terhenti akibat sanksi FIFA terhadap PSSI.
Saat itu, Piala Presiden menjadi solusi agar aktivitas sepak bola Indonesia tetap berjalan. Sejak saat itu, turnamen tersebut terus berkembang dan menjadi agenda pramusim yang dinantikan setiap tahun.
Sepanjang perjalanannya, Piala Presiden telah digelar pada edisi 2015, 2017, 2022, 2024, 2025, hingga 2026. Kompetisi tersebut selalu menjadi ajang pemanasan bagi klub-klub sebelum memasuki musim kompetisi resmi.
Pada edisi 2026, Piala Presiden menghadirkan format yang berbeda. Sebanyak delapan tim ambil bagian, terdiri dari lima klub Indonesia dan tiga klub undangan dari luar negeri.
Lima wakil Indonesia adalah Arema FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, serta PSMS Medan. Sementara tiga peserta internasional berasal dari DPMM FC (Brunei Darussalam), Tampines Rovers (Singapura), dan Port FC (Thailand).
Turnamen tahun ini kini telah memasuki babak semifinal. Seluruh pertandingan fase empat besar dijadwalkan berlangsung di Bali.
Semifinal menghadirkan dua laga yang sarat gengsi. Persib Bandung akan berhadapan dengan rival abadinya Persija Jakarta, sementara Persebaya Surabaya akan menghadapi sesama wakil Jawa Timur, Arema FC.
Erick juga mengingatkan bahwa Bali memiliki nilai historis bagi penyelenggaraan Piala Presiden. Menurutnya, turnamen edisi perdana juga pernah dibuka di Pulau Dewata.
"Kalau teman-teman ingat juga, Piala Presiden yang pertama dibuka di Bali waktu itu. Dan hari ini Piala Presiden ke-8 itu ada di Bali lagi," kata Erick.
PSSI berharap pembahasan mengenai masa depan Piala Presiden dapat menghasilkan format terbaik. Jika rencana tersebut terealisasi, turnamen ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembinaan dan pengembangan Timnas Indonesia.
(igp/hfp)
Load more