Stadion Kosong, Kota Bergemuruh: Nobar jadi Wajah Hiburan Rakyat di Final Piala Presiden 2026
- Persebaya.id
Jakarta, tvOnenews.com - Final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam. Namun seperti laga semifinal sebelumnya, pertandingan ini berlangsung tanpa penjualan tiket untuk suporter di venue.
Keputusan itu bukan tanpa dasar. Anggota Steering Committee Piala Presiden 2026, Arya Sinulingga, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut lahir dari koordinasi resmi dengan aparat keamanan setempat usai venue dipindah ke Bali.
"Dari hasil diskusi dan pertemuan dengan berbagai pihak, baik eksternal maupun panitia penyelenggara, disepakati bahwa semifinal dan final Piala Presiden diselenggarakan tanpa dihadiri penonton dan suporter," ujar Arya Sinulingga.
Stadion boleh sepi dari sorak-sorai langsung. Tapi di dua kota asal kedua tim, Bandung dan Surabaya, gemuruh justru pecah di puluhan titik nonton bareng yang tersebar dari warung kopi hingga lapangan markas kepolisian.
- Istimewa
Di Bandung Raya, setidaknya 30 lokasi nobar disiapkan untuk menampung antusiasme Bobotoh malam itu. Persib Bandung bahkan menggelar nobar resmi bertajuk Nobar Biru di markas mereka sendiri, Graha Persib, sebagai wadah kebersamaan kolektif bagi pendukung yang tak bisa hadir langsung di Bali.
Titik-titik nobar di Bandung tersebar dari kafe rooftop di Cimahi Mall, coffee shop di Ciumbuleuit, hingga warung makan di Cikutra dan Kopo. Format yang beragam ini menunjukkan nobar sudah menjelma jadi infrastruktur sosial informal yang hidup di berbagai lapisan masyarakat, bukan sekadar tren musiman.
Situasi serupa terjadi di Surabaya. Polda Jawa Timur bahkan turun tangan memfasilitasi nobar akbar di Lapangan Mapolda Jatim yang dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto beserta jajaran, dengan sekitar 5.000 Bonek Mania memadati lokasi.
- tvOne - syamsul huda
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan alasan di balik inisiatif tersebut.
"Nonton bareng ini kami selenggarakan untuk memfasilitasi rekan-rekan Bonek Mania agar tetap dapat memberikan dukungan kepada Persebaya dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan, meskipun pertandingan berlangsung tanpa kehadiran penonton di stadion," ujarnya.
Pemilihan markas kepolisian sebagai lokasi nobar resmi memperlihatkan sisi lain dari fenomena ini. Sepak bola menjelma jadi ruang publik yang difasilitasi negara, tempat euforia kolektif bisa tersalurkan tanpa berujung pada kerusuhan.
Drama di lapangan hijau pun tak kalah menegangkan untuk disaksikan bersama. Persebaya unggul lebih dulu lewat gol Ramadhan Sananta pada menit ke-20 memanfaatkan umpan Rachmat Irianto, sebelum Persib membalas cepat hanya tiga menit berselang melalui gol Patricio Matricardi.
- Persebaya
Skor 1-1 itu bertahan hingga 120 menit, memaksa laga ditentukan lewat adu penalti. Di titik-titik nobar yang terpisah ratusan kilometer dari venue, histeria kolektif itu terjadi nyaris bersamaan, seolah jarak fisik ke Bali tidak pernah jadi penghalang kedekatan emosional suporter dengan timnya.
Persebaya akhirnya keluar sebagai juara lewat drama adu penalti 6-5, memastikan gelar pertama mereka di ajang ini setelah tujuh tahun menanti sejak kekalahan di final 2019.
Di tengah stadion yang sengaja dikosongkan demi alasan keamanan, nobar justru membuktikan bahwa hiburan rakyat sejati tidak selalu butuh kehadiran fisik di tribune, melainkan ruang bersama untuk merayakan kemenangan atau menerima kekalahan secara kolektif, tertib, dan penuh sukacita. (fan)
Load more