FIFA Resmi Cabut Sanksi Persib Bandung, Robert Rene Alberts Akhirnya Bikin Klarifikasi: Saya Sebenarnya Tak Mau
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, akhirnya membuat klarifikasi soal laporannya yang menyebabkan klub dihukum. FIFA sempat menjatuhkan hukuman kepada Maung Bandung, namun akhirnya mencabutnya.
Pada Senin (10/8/2026), nama Persib Bandung diketahui mencuat dalam daftar hitam FIFA. Juara Super League tiga musim terakhir tersebut dilarang untuk melakukan registrasi untuk tiga periode bursa transfer.
Dalam skenario tersebut, artinya Persib tak boleh lagi beraksi di bursa transfer hingga 2028. Hal semacam ini biasanya terjadi karena adanya laporan dari mantan pegawai, seperti pemain atau pelatih, yang haknya tidak dibayarkan.
Nama mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts, mencuat. Pelatih asal Belanda itu meninggalkan Maung Bandung pada awal musim kompetisi 2022-2023 dengan Luis Milla masuk menggantikannya.
Pada saat itu, kesepakatan yang tercapai adalah pembayaran kompensasi senilai Rp3 miliar yang dibayarkan dalam dua termin dalam 10 bulan. Namun, pembayaran kompensasi yang tersendat ini menyebabkan Rene Alberts melaporkannya kepada FIFA.
Namun, hanya sehari setelahnya. Pada Selasa (11/8/2026) malam WIB, Persib sudah menghilang dalam daftar hitam FIFA soal larangan beraktivitas di bursa transfer tersebut.
Setelah namanya dibicarakan luas selama beberapa hari terakhir, pelatih asal Belanda itu akhirnya buka suara di akun Instagram-nya pada Rabu (12/8/2026) ini. Dia berupaya menjelaskan situasi yang terjadi di antara dirinya dengan Persib.
Alberts menekankan bahwa dirinya dan Persib sudah melakukan pertemuan pada Januari 2025 lalu. Pada saat itu, masalah ini sudah dibawa kepada FIFA, yang mendesak Persib untuk membayarkan hak sang pelatih.
“Saya merasa sulit memahami karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub. Bolehkah saya mengingatkan Anda bahwa kami telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025, di mana kami telah menyelesaikan masalah ini,” katanya.
“Klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang belum dilunasi, masalah ini dibawa ke FIFA dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi,” tambah pelatih yang juga pernah menangani PSM Makassar itu.
Alberts mengatakan bahwa Persib sempat membayar pada tahun lalu, namun hanya sebagian. Oleh karena itu, FIFA menjatuhkan hukuman karena kewajiban Persib tidak kunjung ditunaikan.
“Ini bukan hanya klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA. Bukti telah diserahkan dan FIFA membuat keputusannya. FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum dilunasi kepada saya dan memerintahkan pembayaran tahun lalu,” tambahnya.
“Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA diikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu. Setelah FIFA memerintahkan sanksi tahun lalu, Persib segera membayar saya, tapi itu hanya sebagian dari pembayaran. Masih ada banyak bulan lain yang harus dibayar hingga Desember 2025,” sambungnya.
Alberts mengatakan bahwa dirinya telah berusaha menyelesaikan masalah secara baik-baik, demi melindungi hubungan dengan Persib. Jika saja semua bisa ditunaikan tanpa harus ke FIFA, maka dia tidak akan melaporkan klub.
“Saya berusaha untuk menyelesaikan masalah secara langsung sepanjang waktu, menghubungi klub. Saya ingin penjelasan mereka dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan,” katanya.
“Saya diam untuk waktu yang lama karena saya ingin melindungi hubungan dan juga karena sungguh-sungguh, saya berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus pergi FIFA,” pungkasnya. (rda)
Load more