Subsidi Super League Melonjak hingga Rp27 Miliar per Klub, I.League Juga Siapkan Bonus Tambahan
- tvOnenews.com - Ilham Giovanni
Besaran bonus juga tidak dibuat sama untuk setiap pemain yang mendapatkan kesempatan. Usia sang pemain akan menjadi salah satu faktor dalam menentukan nilai insentif yang diterima klub.
Semakin muda pemain yang mendapatkan menit bermain, semakin besar pula penghargaan finansial yang disediakan I.League. Mekanisme tersebut diharapkan membuat klub memiliki dorongan untuk memberikan panggung kepada talenta-talenta yang bahkan masih berusia di bawah 23 tahun.
- tvOnenews-Ilham Giovani
"Pemain U-23 memang kami hapus mulai musim ini. Penggantinya akan diberikan insentif melebihi insentif biasa bagi klub-klub yang menggunakan pemain dengan menit bermain secara gradual," kata Ferry.
"Semakin muda, semakin besar insentif yang akan kami berikan. Nah, kenapa ini kami lakukan? Karena memang kalau melihat benchmark dari klub-klub di luar, sekarang usia emasnya sudah betul-betul bergeser," tambahnya.
Perubahan pendekatan tersebut membuat pembinaan pemain muda tidak lagi hanya didorong melalui sebuah kewajiban regulasi. Klub kini mendapatkan keuntungan finansial apabila berani memberikan kesempatan bermain secara nyata kepada pemain berusia muda.
Menit bermain pun menjadi elemen penting dalam mekanisme yang dipersiapkan I.League. Dengan demikian, klub tidak cukup sekadar mendaftarkan pemain muda dalam skuad tanpa memberikan kesempatan kepada mereka di lapangan.
I.League melihat perkembangan sepak bola dunia sebagai salah satu dasar di balik perubahan tersebut. Ferry menilai kecenderungan usia pemain untuk mencapai level kompetitif tertinggi kini mulai bergeser menjadi semakin muda.
Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya talenta belia yang sudah mendapatkan peran penting bersama klub di berbagai kompetisi luar negeri. Kondisi itu yang ingin didorong agar semakin sering muncul dalam sepak bola Indonesia.
Skema insentif sekaligus memberikan klub kebebasan dalam menentukan cara melakukan regenerasi. Pelatih tetap mempunyai wewenang memilih komposisi terbaik, sementara klub mendapatkan keuntungan tambahan apabila pemain mudanya mampu memperoleh menit bermain.
Kebijakan tersebut juga membuat investasi terhadap akademi dan pembinaan usia muda berpotensi mempunyai nilai lebih besar. Talenta yang berhasil menembus tim utama bukan hanya dapat menjadi aset klub, tetapi juga memberikan tambahan pemasukan melalui insentif operator.
Load more