Persija Buka Suara soal Insiden di Laga Kontra Persita, Sampaikan Simpati kepada Korban dan Minta Suporter Tak Terprovokasi
- tvOnenews/Ilham Giovani Pratama
Jakarta, tvOnenews.com - Persija Jakarta akhirnya buka suara terkait insiden kericuhan suporter yang terjadi saat menghadapi Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2026/2027. Macan Kemayoran menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan pesan tegas mengenai tindakan kekerasan yang terjadi di area tribune penonton.
Kericuhan tersebut terjadi ketika Persija Jakarta bertandang ke markas Persita Tangerang pada pertandingan pekan kelima Super League 2026/2027. Duel kedua kesebelasan berlangsung di Banten International Stadium (BIS), Serang, Banten, Sabtu (17/10/2026) malam WIB.
Pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Persita 3-2 atas Persija itu tidak hanya menyajikan drama di atas lapangan. Insiden kericuhan suporter turut mewarnai jalannya pertandingan, tepatnya ketika kedua tim memasuki jeda babak pertama.
Situasi tersebut bahkan berdampak langsung terhadap kelanjutan pertandingan antara Persita dan Persija. Wasit harus menunda dimulainya babak kedua selama sekitar 30 menit akibat kericuhan yang terjadi di area tribune penonton.
Pertandingan yang semula dijadwalkan kembali berlangsung pada pukul 20.00 WIB akhirnya baru dapat dilanjutkan pada pukul 20.30 WIB. Penundaan tersebut membuat jalannya pertandingan sempat terhenti lebih lama dari waktu istirahat normal.
Sehari setelah kejadian, Persija Jakarta akhirnya menyampaikan pernyataan resmi melalui akun Instagram klub, @persija, Minggu (18/10/2026). Macan Kemayoran mengungkapkan rasa simpati kepada seluruh pihak yang terdampak, terutama mereka yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
"Persija menyampaikan simpati kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya mereka yang mengalami luka-luka. Kami berharap seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan dan dapat segera pulih," tulis Persija, Minggu (18/10/2026).
Selain menyampaikan simpati kepada korban, Persija juga menegaskan bahwa segala bentuk tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Terlebih, insiden tersebut terjadi di area tribune penonton yang seharusnya menjadi tempat aman bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan sepak bola.
Persija pun meminta seluruh suporter untuk tidak terpancing oleh situasi yang berpotensi memperburuk keadaan. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat memicu kericuhan lanjutan.
"Kami mengimbau seluruh suporter untuk tetap tenang, menahan diri, menjaga ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi," tegas klub ibu kota tersebut.
Di sisi lain, Persija menyatakan masih berupaya mengumpulkan informasi mengenai insiden kericuhan yang terjadi di Banten International Stadium. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan gambaran kejadian secara menyeluruh dan berdasarkan informasi yang telah terverifikasi.
Macan Kemayoran juga menegaskan komitmennya untuk menyikapi perkembangan insiden tersebut secara objektif dan bertanggung jawab. Persija memastikan bahwa setiap langkah yang diambil akan mengedepankan fakta serta tetap menghormati ketentuan yang berlaku.
"Persija mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas demi terciptanya iklim sepak bola Indonesia yang aman dan bermartabat," tulis Persija.
Sementara itu, pertandingan antara Persita dan Persija sendiri berakhir dengan kemenangan dramatis tuan rumah dengan skor 3-2. Gol Aleksa Andrejic pada menit ke-90+5 memastikan Pendekar Cisadane meraih tiga poin sekaligus memberikan kekalahan perdana bagi Macan Kemayoran pada musim ini.
(igp)
Load more