PSSI Puas dengan Kinerja Wasit Super League, tapi Yoshimi Ogawa Soroti Masalah VAR
- tvOnenews-Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memberikan penilaian positif terhadap performa perangkat pertandingan selama enam pekan pertama BRI Super League 2026/2027. Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi, khususnya terkait penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR).
Ogawa mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai keputusan wasit sepanjang enam pekan kompetisi. Berdasarkan hasil peninjauan tersebut, ia menilai kualitas kepemimpinan wasit secara umum sudah berada pada jalur yang tepat.
"Setelah enam pekan, secara umum, kami telah memeriksa setiap insiden. Kemudian, secara umum kami merasa puas dengan wasit kami. Mereka menunjukkan performa yang baik," kata Ogawa di Jakarta, Jumat.
Kendati memberikan apresiasi, Ogawa menegaskan bahwa evaluasi tetap menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas perwasitan sepak bola Indonesia. Ia secara khusus menyoroti mekanisme penggunaan VAR yang dinilai masih membutuhkan penyempurnaan.
Salah satu perhatian utamanya adalah proses pengambilan keputusan ketika VAR merekomendasikan peninjauan ulang terhadap suatu insiden. Menurut Ogawa, pemeriksaan tayangan melalui monitor di pinggir lapangan menjadi tahapan krusial yang harus dijalankan dengan tepat.
"Namun, ini hanya secara umum. Tapi, jika ditinjau secara detail, ada beberapa aspek, saya tidak ingin mengatakan banyak, tapi ada beberapa aspek yang harus kami perbaiki. Kami harus memperbaikinya, terutama VAR. Ketika VAR ikut campur, maka wasit harus melihat dan memeriksa tayangan ulang di lapangan. Ini benar-benar poin yang penting," ujar Ogawa.
Selain membahas penggunaan VAR, Ogawa turut menyinggung tanggung jawab wasit dalam menghadapi gangguan keamanan selama pertandingan. Ia menekankan bahwa keselamatan pemain, ofisial, dan seluruh pihak di lapangan harus menjadi prioritas utama.
Menurutnya, wasit perlu memiliki kepekaan untuk mengidentifikasi situasi yang berpotensi membahayakan jalannya pertandingan. Apabila terjadi insiden serius, seperti pelemparan botol maupun benda lainnya ke lapangan, wasit harus segera menghentikan pertandingan demi keselamatan.
Namun, keputusan untuk kembali melanjutkan pertandingan tidak dapat diambil secara sepihak oleh wasit. Ogawa menyebut koordinasi dengan komisaris pertandingan dan petugas keamanan diperlukan sebelum menentukan langkah berikutnya.
"Lalu, apakah (pertandingannya) dilanjutkan atau tidak? Harus dibahas bersama komisaris pertandingan (match commissioner) atau petugas keamanan. Ini poin yang sangat penting," katanya.
Ogawa juga mengingatkan pentingnya komunikasi antarpemimpin pertandingan dalam menghadapi kondisi darurat. Informasi dari wasit keempat dapat membantu wasit utama mengambil keputusan secara cepat dan tepat ketika muncul ancaman keamanan.
"Kalau wasit tidak bisa mengenali situasinya, tidak ada kesempatan untuk menghentikan pertandingan. Tapi, kalau ada situasi yang benar-benar berbahaya, maka wasit melalui wasit keempat mereka dan mendapat beberapa informasi dari wasit, baru dihentikan. Karena yang paling penting adalah keselamatan," ujarnya.
Sementara itu, persaingan BRI Super League 2026/2027 hingga pekan keenam berlangsung ketat di papan atas klasemen. Persija Jakarta memimpin dengan koleksi 15 poin dari enam laga, diikuti Dewa United Banten FC yang mengumpulkan 14 poin serta Madura United FC dengan 13 poin.
Situasi berbeda dialami PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara yang belum mampu mencatatkan kemenangan. PSIM berada di posisi ke-17 dengan satu poin, sementara Persijap terpuruk sebagai juru kunci tanpa mengoleksi angka.
Adapun pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 dijadwalkan bergulir mulai Sabtu (24/10). Pertandingan pembuka mempertemukan Isenmulang Kalteng FC menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada pukul 15.30 WIB. (ant/fan)
Load more