Indonesia Berduka, Kembali Terulang Tragedi ´Kanjuruhan Disaster´ Tahun 2018 , Kini Memakan Lebih dari Ratusan Korban Jiwa
- ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/pras.
Malang, Jawa Timur – Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu malam (1/10/2022) menewaskan ratusan korban jiwa menorehkan sejarah kelam dalam dunia sepak bola tanah air. Ternyata, di lokasi yang sama pada tahun 2018 pernah terjadi tragedi serupa yang menewaskan puluhan korban jiwa.
Indonesia Berduka, Kembali Terulang Tragedi ´Kanjuruhan Disaster´ Tahun 2018 , Kini Memakan Lebih dari Ratusan Korban Jiwa
Tepat hari Sabtu malam (1/10/2022), tragedi kelam kembali menoreh dunia sepak bola Indonesia. Kali ini terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang berujung tewasnya ratusan jiwa. Ternyata, pada tahun sebelumnya sempat terjadi kerusuhan di lokasi yang sama.
Tercatat, pada tahun 2018 terjadi ´Kanjuruhan Disaster´ yang menewaskan puluhan korban jiwa pasca pertandangan Arema melawan Persebaya. Saat itu suporter Arema mengamuka karena tidak terima tim kesayangannya kalah dengan skor 3-2 dan membuat para suporter turun ke lapangan.
Aremania sebutan suporter Arema turun ke lapangan dan melemparkan botol juga flare yang berujung kerusuhan. Bahkan, saat itu ada pemain yang terjebak di lapangan. Hingga akhirnya gas air mata ditembakkan dan membuat supporter panik lalu berdesak-desakan menuju pintu keluar.
Tragedi Kanjuruhan (sumber: dok ist)
Banyak orang yang pingsan dan terinjak, petugas medis juga turut kewalahan. Kini, masih di lokasi yang sama yakni Stadion Kanjuruhan, tragedi yang serupa kembali terjadi.
Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Lebih dari 120 Jiwa Melayang
Lebih dari 120 orang meninggal saat Kericuhan terjadi usai pertandingan Derbi Super Jatim antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu malam.
Kepala dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo mengatakan Lebih dari 120 orang telah meninggal. Pihaknya masih mendata jumlah korban luka yang terdapat di tiga rumah sakit kota dan kabupaten Malang.
"Lebih dari 120 orang meninggal, mereka meninggal karena caos, berdesak-desakan, terinjak-injak dan sesak napas".
Wiyanto menambahkan korban luka yang pasti lebih dari seratus dan dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar dan rumah sakit Kanjuruhan.
Kericuhan tersebut bermula saat ribuan suporter Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan dan Stadion Kanjuruhan menggunakan empat mobil Polri, barracuda. Sementara beberapa pemain Arema FC yang masih di lapangan lantas diserbu pemain.
Kericuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
Load more