Terungkap! Ruben Amorim Ternyata Frustrasi Sebelum Dipecat MU Gara-gara Kedatangan Benjamin Sesko
- REUTERS/Chris Radburn
Jakarta, tvOnenews.com - Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Manchester United (MU) sempat membuat Ruben Amorim merasa frustrasi jauh sebelum akhirnya ia resmi dipecat dari kursi manajer. Ketegangan itu dipicu oleh kebijakan transfer klub, khususnya terkait perekrutan striker muda Benjamin Sesko.
Amorim resmi diberhentikan pada Senin pagi waktu setempat usai hubungannya dengan jajaran petinggi Old Trafford retak. Pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya sudah memberi sinyal ketidakpuasan, terutama setelah merasa tidak mendapat dukungan maksimal di bursa transfer Januari.
Nada kritik Amorim semakin jelas terlihat dalam konferensi pers, termasuk usai hasil imbang kontra Leeds United. Komentar-komentar tersebut disebut membuat manajemen tidak nyaman, di tengah performa tim yang tak kunjung stabil.
Akhirnya, kombinasi hasil buruk di lapangan dan dinamika internal klub membuat Amorim harus angkat kaki setelah 14 bulan menukangi Setan Merah. Keputusan pemecatan itu pun menutup periode penuh gejolak di tubuh Manchester United.
- Reuters/Matthew Childs
Sumber menyebut, salah satu titik awal kekecewaan Amorim terjadi pada bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, United tetap merekrut Sesko meski sang pelatih punya pandangan berbeda terkait kebutuhan lini depan.
Manchester United mendatangkan Sesko ke Old Trafford dengan nilai transfer mencapai £74 juta atau setara sekitar Rp1,48 triliun. Namun, Amorim justru menginginkan striker berpengalaman untuk menjadi pesaing sekaligus pengganti Rasmus Hojlund.
Menurut talkSPORT, Amorim lebih condong pada nama Ollie Watkins dari Aston Villa. Watkins dikenal tajam dan sudah nyaris menembus 100 gol di Premier League, serta sempat diminati Arsenal.
Awalnya, sebagian fans United sempat optimistis ketika Sesko mencetak gol dalam dua laga beruntun pada akhir September hingga awal Oktober.
Namun setelah itu, penyerang berusia 22 tahun tersebut mandek dan melewati 11 pertandingan tanpa gol di semua ajang.
Dalam konferensi pers terakhirnya, Amorim tetap membela anak asuhnya tersebut.
"Ben memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda dengan Rasmus dan dia melakukan hal yang benar. Saya tahu sebagai seorang striker, jika Anda melewatkan peluang, mereka [kritikus dari luar] akan mengatakan pemain tersebut melakukan segalanya yang salah, tetapi untuk melewatkan peluang yang dia lewatkan, dia harus berada di sana. Itu langkah pertama," kata Amorim.
Load more