Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Manchester United Siaga di Tikungan?
- instagram Xabi Alonso
Media Eropa menyoroti adanya friksi dengan pemain-pemain utama seperti Vinícius Júnior dan Kylian Mbappé, bahkan konflik terbuka disebut terjadi usai kekalahan dari Barcelona.
Selain persoalan pemain, Alonso juga dinilai gagal meyakinkan jajaran eksekutif klub. Real Madrid memang hanya tertinggal empat poin dari Barcelona di La Liga, namun kepercayaan internal sudah terlanjur menipis. “Presiden Florentino Perez dinilai tidak sepenuhnya mempercayai Alonso,” tulis chosun, Selasa (13/1/2026).
Lingkungan Bernabeu yang dikenal sarat politik dan bermentalitas “superstar-first” kembali menelan korban. Perubahan taktik yang kerap dilakukan membuat tim kehilangan identitas, sementara pendekatan personal Alonso dianggap tidak cukup fleksibel untuk meredam ego para pemain elite.
Manchester United dan Kursi Pelatih yang Menggoda
Kepergian Alonso dari Madrid tidak serta-merta meredupkan prospeknya. Justru sebaliknya, pintu menuju Premier League terbuka lebar. Manchester United disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengamankan jasanya.
Klub tersebut saat ini masih menimbang opsi jangka pendek seperti Michael Carrick atau Ole Gunnar Solskjaer, namun untuk proyek musim panas, Alonso dinilai paket komplet.
Keberhasilan Alonso membangun Bayer Leverkusen sejak 2022, hingga membawa klub itu juara Bundesliga tanpa terkalahkan pada musim 2023–2024, menjadi nilai jual utama.
Di Leverkusen, ia mendapat kontrol penuh atas sistem dan arah tim—sesuatu yang bisa ditawarkan Manchester United demi membangun fondasi baru.
Nama Alonso juga sempat dikaitkan dengan Liverpool dan Tottenham Hotspur, namun peluang paling realistis tetap berada di Old Trafford.
Dengan kursi pelatih Manchester United yang masih kosong dan kebutuhan akan figur visioner, Alonso berada di posisi strategis untuk menentukan langkah berikutnya.
Untuk sementara, Xabi Alonso kemungkinan akan menepi sembari menimbang opsi terbaik. Namun satu hal jelas: kegagalannya di Real Madrid belum tentu menjadi akhir cerita, melainkan awal dari bab baru—yang mungkin saja bertajuk Manchester United. (udn)
Load more