Dapur SPPG Cankringan Nganjuk Sempat Ditutup, Diduga Menu MBG Ramadhan Tak Sesuai, Satgas Membantah
- tim tvone - kasianto
Nganjuk, tvOnenews.com - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Cankringan, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, sempat menjadi sorotan warga setelah beredar kabar penutupan operasional yang diduga berkaitan dengan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dapur tersebut tidak beroperasi selama dua hari. Sejumlah warga menduga penutupan itu dipicu ketidaksesuaian menu MBG dengan kondisi Ramadhan, dimana sebagian penerima manfaat tengah menjalankan ibadah puasa.
Namun, Kepala SPPG Cankringan Moch Chabib membantah keras kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa penghentian sementara operasional bukan karena menu yang tidak sesuai, melainkan laporan menu puasa ramadhan ada kekeliruan. Jadi perlu direvisi input data menu selama Ramadhan berlangsung.
Terkait penghentian sementara operasional, Kepala SPPG Cankringan membenarkan, namun penghentian sementara operasional bukan karena menu MBG tidak sesuai, akan tetapi karena kesalahan input data laporan menu.
"Jadi, penghentian sementara operasional selama dua hari, namun karena permasalahan input data laporan menu, bukan karena menu tidak sesuai," kata Chabib.
“Tidak benar kalau disebut karena menu MBG tidak sesuai. Kami hanya melakukan penyesuaian teknis, termasuk input data menu agar tetap relevan dengan kondisi puasa,” ujar Chabib saat dikonfirmasi, Rabu (4/3).
Menurutnya, selama Ramadan, menu MBG tetap disusun berdasarkan standar gizi yang telah ditetapkan. Hanya saja, waktu input laporan menu pada adminitrasi ada tidak kesesuaian.
Senada dengan itu, Satgas MBG Kabupaten Nganjuk Judi Ernanto juga membantah adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian menu. Pihaknya memastikan seluruh dapur SPPG menjalankan program sesuai pedoman.
“Tidak ada pelanggaran. Penutupan itu sifatnya sementara dan sudah dikoordinasikan. Justru saat Ramadhan, kami lebih ketat melakukan pengawasan agar kualitas dan kandungan gizi tetap terjaga,” tegas Ernanto Satgas MBG.
Ia menambahkan, evaluasi berkala memang rutin dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, terutama dalam momentum bulan suci yang memiliki pola konsumsi berbeda dari hari biasa.
Sementara itu, beberapa warga berharap operasional dapur dapat kembali normal agar distribusi MBG tetap lancar. Mereka mengaku program tersebut sangat membantu, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Load more