Mahasiswa Undip Bantah Lakukan Pelecehan hingga Berujung Pengeroyokan oleh Teman dan Seniornya
- Instagram @zainalpetir_
Jakarta, tvOnenews.com - Kuasa hukum Arnendo (20) mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bantah kliennya lakukan pelecehan hingga berujung pengeroyokan oleh 30 teman dan seniornya.
TRIGGER WARNING:
Artikel ini berpotensi memicu perasaan tidak nyaman bahkan mengganggu terutama bagi seperti penyintas trauma dan penderita stres pascatrauma (PTSD) karena mengandung deskripsi mengenai kekerasan dan penganiayaan.
Arnendo diduga dianiaya oleh 30 mahasiswa teman satu angkatan hingga seniornya di jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Undip.
Akibat penganiayaan itu, korban babak belur hingga mengalami patah tulang dan gegar otak.
"Jadi korban dihajar oleh sekitar 30 orang. Itu ada yang teman satu angkatannya, ada kakak kelasnya," kata kuasa hukum korban, Zainal Petir pada Rabu (4/2/2026).
Zainal menuturkan peristiwa penganiayaan itu sendiri terjadi pada 15 November 2025 lalu.
Berawal dari ajakan teman satu angkatannya bernama Adyan ke kamar kos dengan tujuan membicarakan sebuah acara di kampus.
"Pukul 22.03 korban berangkat menuju tempat yang sebelumnya sudah disepakati. Namun setelah sampai di sana, korban melihat banyak orang di halaman kos tersebut," jelas dia.
Namun bukan membicarakan acara musik kampus, para pelaku justru memaksa korban untuk mengaku melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi Undip.
Namun, korban tak mengakuinya karena merasa tidak melakukan pelecehan tersebut, seperti yang dituduhkan.
"Korban sudah menjelaskan kronologi kejadian yang sebenarnya. Saat itu korban bercanda dengan menarik tangan (mahasiswi) dengan tujuan mengajak dia menuju warung makan dalam rangka mengumpulkan tim sukses pemilihan ketua himpunan program studi Antropologi Sosial," ungkapnya.
Ternyata, salah satu terduga pelaku tidak terima penjelasan korban. Pelaku tersebut diduga menaruh hati kepada mahasiswi tersebut.
"Jadi tidak ada pelecehan. Wong menggandeng tangan di kampus, kondisi cukup ramai. Korban tidak sendirian, tapi bersama Wiryawan. Kejadian sebenarnya itu bukan pelecehan, tapi diperkirakan salah satu pelaku suka dengan perempuan itu," ungkap Zainal.
Keterangan korban terus dimentahkan para terduga pelaku hingga terus dipojokkan.Â
Perdebatan itupun berlangsung lama hingga sekitar pukul 23.00 WIB, salah satu senior mereka mulai memukuli korban.
Load more