Arteta Buka Suara soal Adu Mulut Declan Rice dengan Asisten Pelatih Arsenal
- REUTERS/Toby Melville
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Mikel Arteta memastikan polemik yang melibatkan Declan Rice dan asisten manajer Albert Stuivenberg telah ditangani dengan tuntas. Arteta menegaskan situasi di internal Arsenal tetap kondusif dan tidak meninggalkan masalah lanjutan.
Ketegangan tersebut mencuat pada laga Carabao Cup saat Arsenal menang dramatis 3-2 atas Chelsea. Momen itu terjadi di jeda babak pertama ketika kamera televisi menyorot percakapan panas di terowongan pemain.
Rice terlihat menunjukkan gestur penolakan sambil menggelengkan kepala dan melontarkan kalimat bernada tinggi ke arah Stuivenberg. Situasi memanas sebelum akhirnya dilerai oleh Gabriel Magalhaes yang berupaya menenangkan rekan setimnya.
Dalam rekaman tersebut, Rice sempat melontarkan kalimat kritis terhadap staf pelatih sebelum Gabriel meminta semua pihak untuk menahan emosi. Intervensi itu dinilai efektif meredam ketegangan yang berpotensi membesar di ruang publik.
Menariknya, setelah digantikan pada menit ke-82, Rice justru menunjukkan gestur damai. Ia menghampiri dan memeluk Stuivenberg di sisi lapangan sebelum menuju bangku cadangan.
Menanggapi isu tersebut, Arteta berkata singkat namun tegas.
“Semuanya sudah beres, semuanya baik-baik saja," kata Arteta dikutip dari Metro.
Saat ditanya apakah insiden tersebut mencerminkan ambisi besar Arsenal untuk menang, Arteta mengiyakan.
“Ya,” ujarnya, seraya menambahkan, “Dan kabar baiknya adalah saat saya mengetahuinya, masalahnya sudah teratasi, jadi itu sangat bagus.”
Di sisi lain, Arteta turut menanggapi pandangan Thomas Tuchel soal pentingnya kecakapan sosial bagi pemain Inggris menuju Piala Dunia.
“Saya sepenuhnya setuju dengan Thomas. Saya pikir itu sesuatu yang sangat diperlukan dan sering kali diremehkan,” kata Arteta.
Menurutnya, kontribusi pemain tidak selalu diukur dari menit bermain atau statistik di lapangan.
“Ada pemain yang mungkin dari segi menit bermain, mereka tidak memberikan dampak yang besar, tetapi dampak yang mereka berikan di dalam dan di sekitar tim untuk menyatukan semua orang, menciptakan suasana, mendukung tim, dan memenuhi berbagai peran menurut saya sangat penting," pungkasnya. (yus)
Load more