Gary Neville Bongkar Dosa Terbesar Ruben Amorim untuk Manchester United: Hancurkan Mental Kobbie Mainoo di Depan Publik
- Instagram @manutd
Jakarta, tvOnenews.com – Legenda Manchester United, Gary Neville, akhirnya buka suara soal era kepelatihan Ruben Amorim di Old Trafford. Ia menyebut ada satu keputusan yang menurutnya menjadi kesalahan paling fatal sang pelatih saat menangani Setan Merah.
Ruben Amorim resmi ditunjuk menggantikan Erik ten Hag pada 11 November 2024 dengan harapan besar di pundaknya. Manajemen percaya sentuhan suksesnya bersama Sporting Lisbon dapat menjadi jawaban atas inkonsistensi performa United.
Namun, harapan itu tak pernah benar-benar terwujud di lapangan. Alih-alih membaik, performa United justru dinilai lebih goyah dibandingkan periode sebelumnya.
Amorim dianggap terlalu kaku dalam menerapkan sistem permainan yang tidak sepenuhnya cocok dengan karakter skuad. Ia memaksakan pendekatan taktiknya tanpa memberi ruang adaptasi yang cukup bagi para pemain.
Situasi makin memanas ketika hubungan Amorim dengan jajaran petinggi klub merenggang. Puncaknya, ia resmi dipecat pada 5 Januari 2026 setelah serangkaian hasil buruk dan konflik internal.
Di tengah evaluasi tersebut, Gary Neville menyoroti satu keputusan yang menurutnya sangat merugikan klub. Keputusan itu berkaitan dengan perlakuan Amorim terhadap gelandang muda berbakat, Kobbie Mainoo.
Mainoo yang merupakan produk akademi justru kesulitan mendapatkan menit bermain di bawah Amorim. Sang pelatih menilai gaya bermainnya tidak sesuai dengan skema yang ia terapkan.
“Mainoo bahkan tidak mendapat kesempatan sama sekali di bawah Ruben,” kata Neville dalam podcast Stick to Football. Ia menilai keputusan itu kini terlihat sebagai blunder besar.
Menurut Neville, situasinya terasa semakin janggal ketika melihat performa Mainoo setelah pergantian pelatih. Di bawah arahan manajer interim Michael Carrick, sang gelandang kembali dipercaya dan tampil impresif.
“Jika Anda melihatnya sekarang di tim ini, itu tampak seperti keputusan terburuk yang pernah dibuat Amorim,” ujarnya. Neville juga mengaku sejak awal tidak menyukai cara penanganan kasus tersebut.
Ia bahkan menilai pernyataan Amorim di awal musim, yang seolah mempertentangkan pilihan antara Mainoo atau Bruno Fernandes, sebagai langkah yang tidak bijak. “Itu menghancurkan Mainoo di depan umum,” tegas Neville.
Load more