Soraki Pemain Muslim Berbuka Puasa di Tengah Laga Liga Inggris, Suporter Leeds Dikecam
- REUTERS/Jaimi Joy
Jakarta, tvOnenews.com - Liga Inggris kembali menerapkan regulasi jeda iftar selama Bulan Ramadhan. Jeda untuk pemain muslim berbuka puasa sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.
Sayangnya, kelakuan tidak terpuji justru dilakukan oleh suporter Leeds saat jeda berbuka puasa di tengah pertandingan melawan Manchester City di Stadion Elland Road, Sabtu (28/2/2026).
Penghentian laga berlangsung pada menit ke-11 dan sebelumnya telah diumumkan kepada penonton melalui layar besar stadion. Meski penjelasan sudah disampaikan secara jelas, suara sorakan tetap terdengar dari sejumlah pendukung tuan rumah.
Manchester City akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0, namun perhatian publik justru tertuju pada reaksi penonton yang dinilai tidak menghormati momen ibadah pemain Muslim. Pelatih City, Pep Guardiola, mengecam respons tersebut dan menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam sepak bola modern.
“Ini dunia modern. Kita harus menghormati agama dan menghormati keberagaman. Itulah inti dari sepak bola saat ini," kata Pep Guardiola dikutip dari laman Independent, Minggu (1/3/2026).
Ia juga menjelaskan bahwa penghentian singkat pertandingan telah disepakati sebelumnya oleh pihak Liga Inggris.
“Liga Inggris mengizinkan jeda satu atau dua menit bagi pemain yang berpuasa, dan kami hanya mengikuti aturan itu,” ujarnya.
Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out turut mengeluarkan pernyataan keras melalui media sosial X. Mereka menyebut tindakan sebagian suporter Leeds sebagai sesuatu yang sangat mengecewakan, terutama karena alasan penghentian pertandingan sudah dijelaskan secara terbuka di stadion.
Dalam pernyataannya, Kick It Out menegaskan bahwa jeda pertandingan untuk memungkinkan pemain Muslim berbuka puasa telah menjadi protokol yang disepakati selama beberapa tahun terakhir. Langkah tersebut dianggap sebagai bagian penting dalam menciptakan sepak bola yang inklusif dan ramah bagi semua komunitas.
“Momen berbuka puasa ini merupakan simbol nyata bahwa sepak bola terbuka bagi pemain dan komunitas Muslim. Reaksi malam ini menunjukkan bahwa sepak bola masih memiliki perjalanan panjang dalam hal edukasi dan penerimaan,” tulis organisasi tersebut.
Pihak Leeds United sendiri menolak memberikan komentar resmi ketika dimintai tanggapan. Namun, asisten manajer Eddie Riemer yang menggantikan Daniel Farke dalam konferensi pers usai pertandingan mengaku kecewa dengan insiden tersebut.
“Saya fokus pada pertandingan dan tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di luar lapangan, tetapi tentu saja saya kecewa jika itu benar terjadi. Kami harus belajar dari situasi seperti ini,” kata Riemer.
Load more