Arsenal Terancam Disusul Manchester City di Puncak Klasemen Liga Inggris, Mikel Arteta Masih Percaya Diri
- REUTERS/Scott Heppell
Jakartaa, tvOnenews.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, masih memperlihatkan kepercayaan dirinya usai dikalahkan Manchester City. The Gunners kini terancam turun tahta dari puncak klasemen sementara Liga Inggris.
Arsenal melawat ke Etihad Stadium pada Minggu (19/4/2026) malam kemarin WIB dengan keunggulan enam poin di depan City. Namun, The Gunners berada dalam tren buruk usai dikalahkan oleh Bournemouth dengan skor 1-2 pada pekan lalu di Liga Inggris.
City memiliki catatan satu laga lebih banyak yang bisa membuat mereka menyamakan raihan poin Arsenal. Namun, The Gunners unggul dalam hal selisih gol.
Semalam, Arsenal sudah dibuat kesulitan akibat gol Rayan Cherki di menit ke-16. Namun, Kai Havertz berhasil menyamakan skor setelah memanfaatkan blunder Gianluigi Donnarumma.
- Action Images via Reuters/Lee Smith
Sayang bagi Meriam London, City mencetak gol kemenangan di babak kedua melalui Erling Haaland. The Citizens pun memangkas ketertinggalan menjadi tiga poin dari Arsenal berkat kemenangan 2-1.
City memiliki sisa enam laga lagi, sedangkan Arsenal hanya memiliki lima laga pada musim ini. Jika keduanya sama-sama menyapu bersih kemenangan di sisa musim, maka mereka akan sama-sama memiliki 85 poin.
Di Premier League, yang diperhitungkan berikutnya adalah selisih gol. Arsenal masih lebih unggul dengan surplus 37 gol selagi City mencatatkan satu gol lebih sedikit, yaitu surplus 36 gol.
Meskipun kalah, Mikel Arteta melihat bahwa Arsenal berhasil menciptakan beberapa peluang bagus. Sayangnya, banyak yang gagal dimaksimalkan.
“100% Kami menciptakan situasi yang kami yakini bisa kami ciptakan. Bahkan ada satu situasi di mana Kai berada dalam posisi onside di tengah lapangan,” kata Arteta, dilansir NBC Sports.
“Kami berada di level ini karena tim ini telah membawa kami ke sini. Ketika Anda memiliki peluang besar, Anda perlu memanfaatkannya untuk mendapatkan tiga poin,” tambahnya.
Pertarungan City tersaji layaknya final yang memperebutkan trofi. Sebab, kedua tim memang mempertaruhkan gelar di sini.
“Ada momen-momen pertarungan dan intensitas, tetapi ada banyak kesamaan dengan menit-menit awal final piala. Kami memiliki peluang besar, tetapi kami tidak berhasil memanfaatkannya,” tukas Arteta.
Load more