Bernardo Silva Sindir Arsenal Jelang Juara Liga Inggris, Sebut Man City Pasti Menang kalau Tak Alami Hal Ini
- REUTERS/Dylan Martinez
Jakarta, tvOnenews.com - Gelandang Manchester City, Bernardo Silva melontarkan komentar panas di tengah ketatnya persaingan gelar Liga Inggris musim ini. Pemain asal Portugal itu menilai Arsenal bisa berada di jalur juara karena Man City sedang tidak berada dalam kondisi terbaik.
Arsenal saat ini menjadi kandidat terkuat untuk mengakhiri puasa gelar Liga Inggris sejak terakhir kali juara pada 2004. Pasukan Mikel Arteta unggul dua poin atas Manchester City dengan dua pertandingan tersisa.
The Gunners bahkan berpeluang memperlebar jarak menjadi lima angka jika mampu mengalahkan Burnley di kandang sendiri pada Senin malam. Sementara itu, Man City baru akan menghadapi Bournemouth pada Selasa depan setelah lebih dulu menjalani final Piala FA melawan Chelsea.
Situasi ini membuat persaingan gelar semakin menegangkan hingga pekan terakhir. Arsenal dijadwalkan bertandang ke markas Crystal Palace, sedangkan Manchester City akan menjamu Aston Villa di Stadion Etihad.
Namun, Bernardo Silva memiliki pandangan berbeda soal peta kekuatan musim ini. Ia menilai Manchester City tetap akan menjadi juara apabila tidak menjalani musim yang disebutnya sebagai masa transisi.
Menurut Silva, Arsenal memang mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, ia merasa The Gunners belum benar-benar menjadi rival utama City dalam perebutan gelar.
"Mereka [Arsenal] telah berkembang dan ini adalah tim yang telah bersama selama, apa, lima tahun sekarang, jadi wajar jika mereka sedikit lebih dewasa dan mulai menantang untuk meraih gelar, jadi, ya, mari kita lihat apa yang terjadi," kata Silva dalam sebuah wawancara dengan The Athletic dikutip dari Metro.
Silva bahkan menyebut Liverpool masih menjadi pesaing terbesar Manchester City selama sembilan tahun dirinya berada di Etihad. Pernyataan itu seolah menjadi sindiran halus kepada Arsenal yang musim ini berada di ambang juara.
"Tidak, saya tidak jatuh cinta. Saya percaya bahwa rival utama kami adalah Liverpool, jauh di atas yang lain. Saya juga percaya, dan saya tahu ini sangat subjektif, bahwa jika kami tidak berada di musim transisi dan jika kami tidak membuat begitu banyak kesalahan, kami pasti akan memenangkan liga ini," katanya.
"Saya tidak mengatakan kami akan menang dengan mudah, tetapi kami akan memenangkan liga ini. Jadi, ini cukup membuat frustrasi," lanjutnya.
Selain membahas persaingan juara, Silva juga menyoroti keputusan wasit dalam laga Arsenal melawan West Ham. Ia merasa keputusan membatalkan gol West Ham karena pelanggaran terhadap David Raya menjadi contoh inkonsistensi pengadil lapangan.
"Menurut saya itu pelanggaran," kata Silva.
"Satu-satunya masalah adalah konsistensi wasit. Bukan hanya ini. Ini semua yang terjadi di sekitarnya, jadi dalam gambar ini Anda melihat tiga atau empat pelanggaran terjadi. Itu pelanggaran, tetapi cukup membuat frustrasi ketika mereka mengizinkan kontak semacam ini di beberapa kesempatan selama musim reguler dan kemudian mereka memutuskan untuk tidak mengizinkannya dalam pertandingan seperti ini," ujarnya.
Silva menilai Liga Inggris selama ini dikenal sebagai kompetisi yang membiarkan permainan berjalan lebih mengalir. Namun, ia merasa ada beberapa aspek yang mulai mengganggu ritme pertandingan, terutama dalam situasi bola mati.
"Ini sangat disayangkan. Liga Premier adalah produk yang sangat bagus dalam hal wasit yang membiarkan permainan berjalan lancar dan tidak meniup peluit setiap kali terjadi pelanggaran. Semua ini membantu menjadikannya liga terbaik di dunia menurut pendapat saya," katanya.
"Namun di sisi lain, jika Anda melihat apa yang terjadi dengan bola mati dalam dua musim terakhir, agak disayangkan melihat tim-tim menghabiskan satu menit untuk lemparan ke dalam, tendangan bebas, tendangan gawang, tendangan sudut… Saya tidak akan mengatakan bahwa itulah cara permainan seharusnya berjalan," pungkasnya. (fan)
Load more