GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ini Alasan Ipswich Town dan Oxford United Terseret Skandal Mata-mata Liga Inggris

Skandal yang dikenal dengan 'Spygate' ini semakin terbuka setelah sanksi dari operator Liga Inggris, EFL berujung pada investigasi langsung oleh Federasi Sepak Bola Inggris, FA Inggris. 
Jumat, 22 Mei 2026 - 14:51 WIB
FA buka investigasi soal aksi mata-mata Southampton
Sumber :
  • REUTERS/Action Images/Craig Brough

Jakarta, tvOnenews.com - Skandal mata-mata Southampton kini merembet pada dua klub yang diperkuat pemain Timnas Indonesia Ole Romeny dan Elkan Baggott, Oxford United dan Ipswich Town

Skandal yang dikenal dengan 'Spygate' ini semakin terbuka setelah sanksi dari operator Liga Inggris, EFL berujung pada investigasi langsung oleh Federasi Sepak Bola Inggris, FA Inggris. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Muncul anggapan bahwa dua klub Championship lain yakni Ipswich Town dan Oxford United ikut menjadi korban praktik pengintaian yang dilakukan Southampton.

Kasus ini bermula setelah Southampton mengakui telah memantau sesi latihan lawan dalam periode terlarang sebelum pertandingan. Investigasi kemudian mengungkap bahwa tidak hanya Middlesbrough yang menjadi sasaran, tetapi juga pada Ipswich Town dan Oxford United.

Dilansir dari laman Football League World, Ipswich sendiri sempat bermain imbang 2-2 melawan Southampton setelah dugaan aksi mata-mata tersebut terjadi. Secara teori, hasil itu membuat klub asal Suffolk kehilangan peluang meraih tambahan dua poin.

Meski tambahan poin tersebut pada akhirnya tidak memengaruhi posisi akhir Ipswich di klasemen Championship, situasinya diyakini bisa menjadi jauh lebih serius andaikan mereka finis di posisi ketiga dan kehilangan peluang promosi langsung.

Banyak pihak menilai Ipswich sebenarnya memiliki alasan kuat untuk merasa dirugikan atas tindakan Southampton, walaupun dampaknya tidak mengubah nasib mereka di akhir musim.

Sementara itu, Oxford United justru berhasil mengalahkan Southampton dengan skor 2-1 setelah insiden pengintaian terjadi. Dari sisi hasil pertandingan maupun posisi akhir musim, Oxford memang tidak dirugikan secara langsung.

Namun kasus tersebut tetap meninggalkan rasa tidak nyaman karena dianggap mencederai prinsip fair play dalam sepak bola Inggris.

Skandal ini semakin memperburuk citra Southampton yang sebelumnya sudah mendapat hukuman berat dari English Football League (EFL). Klub berjuluk The Saints itu dikeluarkan dari babak playoff Championship dan kehilangan kesempatan tampil di final perebutan tiket promosi ke Premier League.

Tak hanya itu, Southampton juga dijatuhi pengurangan empat poin untuk musim depan setelah terbukti melanggar regulasi terkait pengamatan latihan lawan.

Kasus tersebut menjadi salah satu hukuman paling berat dalam sejarah Championship modern dan memicu gelombang kritik besar dari publik sepak bola Inggris.

Meski Ipswich dan Oxford tidak mengalami kerugian besar dalam klasemen akhir, banyak pihak menilai tindakan Southampton tetap menciptakan noda serius dalam kompetisi.

Kini Southampton masih harus menunggu hasil investigasi lanjutan dari FA Inggris yang berpotensi menghadirkan hukuman tambahan terhadap individu-individu di dalam klub.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KDM Tak Main-main soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Sampai Buat Sayembara Berhadiah Rp750 Juta

KDM Tak Main-main soal Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, Sampai Buat Sayembara Berhadiah Rp750 Juta

Gubernur Jabar, Dedi Mulaydi yang akrab disapa KDM tak main-main soal kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu Jawa Barat. KDM sampai gelar sayembara
Indonesia dan China Perkuat Standar Halal lewat Skema TCTP

Indonesia dan China Perkuat Standar Halal lewat Skema TCTP

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan FUIN Halal Certification Center menandatangani Recognition Agreement (RA) sebagai bagian dari penguatan kerja sama industri halal antara Indonesia dan China.
I.League Umumkan Perubahan Wasit di Laga Penentuan Degradasi Super League 2025-2026 Antara Madura United FC Melawan PSM Makassar

I.League Umumkan Perubahan Wasit di Laga Penentuan Degradasi Super League 2025-2026 Antara Madura United FC Melawan PSM Makassar

Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5/2026) ini terpaksa berganti wasit utama karena keadaan mendesak. 
Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas: Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!

Dedi Mulyadi Sampai Gunakan Teknik 'Sun Tzu' Sebelum Tertibkan PKL Cicadas: Berikanlah Tawaran yang Tidak Bisa Ditolak!

Sebelum melakukan penertiban PKL Cicadas, Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat itu memilih pendekatan berbeda saat menghadapi penolakan para pedagang. Pakai teknik
Maarten Paes Akhirnya Dapat Pengakuan Fans Belanda usai Bantu Ajax Menang, Pilar Timnas Indonesia Dipuji dan Berpeluang Lolos ke Conference League

Maarten Paes Akhirnya Dapat Pengakuan Fans Belanda usai Bantu Ajax Menang, Pilar Timnas Indonesia Dipuji dan Berpeluang Lolos ke Conference League

Maarten Paes menunjukkan kualitasnya di bawah mistar gawang Ajax Amsterdam. Penampilan impresif kiper Timnas Indonesia itu sukses membantu De Godenzonen menang.
Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat 16 Hektar di Tanah Datar, Lahan Hibah Keluarga Wamen BUMN

Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat 16 Hektar di Tanah Datar, Lahan Hibah Keluarga Wamen BUMN

Proyek tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Pusat. Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, turun meninjau lokasi pembangunan di Kecamatan Tanjung Alam, Tanah Datar pada Kamis (22/5/2026).

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT