GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Malaysia Siap-siap Dedolarisasi, Anwar Ibrahim Ajak Gunakan Dinar untuk Negara Islam

Pemerintah Malaysia akan meninjau kembali gagasan penggunaan dinar emas sebagai mata uang cadangan. Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan masalah ini akan dibahas dalam pertemuan ekonomi dan keuangan Islam mendatang yang diadakan pada bulan Desember.
Kamis, 19 Oktober 2023 - 18:53 WIB
Anwar Ibrahim
Sumber :
  • Straits Times

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Malaysia akan meninjau kembali gagasan penggunaan dinar emas sebagai mata uang cadangan. Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengatakan masalah ini akan dibahas dalam pertemuan ekonomi dan keuangan Islam mendatang yang diadakan pada bulan Desember.

“Kami ingin memulainya (penggunaan dinar emas), meski kondisinya terbatas. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, perdagangan kita dengan Tiongkok menggunakan ringgit dan renminbi berada pada angka 25 persen," kata Anwar dikutip dari Straits Times, Kamis (19/10/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jika kita bisa mendapatkan antara lima dan enam persen dengan negara-negara Islam (menggunakan dinar), ini akan menjadi awal yang positif karena memberikan kekuatan dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS,” katanya dalam sesi tanya jawab Perdana Menteri hari ini.

Anwar menanggapi pertanyaan tambahan dari politikus Malaysia Ku Abdul Rahman Ku Ismail.

Anwar dalam jawabannya juga mengatakan, penggunaan dinar emas memberikan alternatif bagi negara, sehingga memperkuat kekuatan domestik perekonomian masing-masing negara.

“Negara-negara Islam sudah familiar dengan dinar. Terlebih lagi, dengan pertumbuhan industri halal yang melebihi USD1 triliun, negara-negara lain juga sudah mengetahui posisi dinar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Anwar saat menjawab pertanyaan awal mengatakan penggunaan ringgit dalam perdagangan dengan beberapa negara seiring dengan "dedolarisasi" telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Ia mengatakan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan diterima dengan baik khususnya oleh Tiongkok dan negara-negara Asean, yaitu Indonesia dan Thailand. (ebs)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Yakin Megawati Hangestri Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Baru Juga Gabung, Media Korea Sudah Yakin Megawati Hangestri Jadi Andalan Baru Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri resmi gabung Hyundai Hillstate untuk V-League Korea 2026/2027. Media Korea langsung soroti comeback Megatron.
Warga Sitaro Sampaikan Aspirasi Secara Damai di Kantor Kejaksaan Negeri

Warga Sitaro Sampaikan Aspirasi Secara Damai di Kantor Kejaksaan Negeri

Ratusan warga Sitaro menggelar aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri untuk menyampaikan aspirasi terkait proses hukum yang diharapkan berjalan transparan.
Selain Bocorkan Modus Bisnis Ekspor Motor Ilegal Jaksel, Polisi sebut Untungnya Capai Puluhan Miliar

Selain Bocorkan Modus Bisnis Ekspor Motor Ilegal Jaksel, Polisi sebut Untungnya Capai Puluhan Miliar

Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya bocorkan modus sindikat ekspor ribuan kendaraan bermotor roda dua ilegal di gudang penadahan wilayah Jaksel yang
Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Jelang Muktamar ke-35 NU, Gus Ubab Maimoen Minta Calon Ketum PBNU Tidak Saling Serang

Yahya Cholil Staquf, Nasaruddin Umar, Marzuqi Mustamar, hingga Abdussalam Shohib atau Gus Salam adalah nama-nama yang masuk radar Ketum PBNU selanjutnya...
Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Sejumlah Daerah Masih Kekurangan Guru, DPR Desak Presiden Prabowo Angkat Semua Guru Jadi ASN

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendesak Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru yang masih berstatus non-ASN menjadi ASN.
357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

357 Huntap Rampung Dibangun, Penyintas Bencana di Sumatera Segera Tinggalkan Huntara

Berdasarkan data Satgas PRR hingga 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap atau huntap yang telah rampung dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT