GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FIFA Dukung Teknologi Semi-Otomatis yang Percepat Keputusan offside

FIFA berharap peluncuran teknologi offside semi-otomatis yang diujicobakan di Piala Dunia Antarklub memberikan kejelasan lebih baik bagi suporter sepak bola.
Kamis, 10 Februari 2022 - 04:04 WIB
Pesepak bola Atalanta Timothy Castagne
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOne

FIFA berharap peluncuran teknologi offside semi-otomatis yang sedang diujicobakan di Piala Dunia Antarklub tidak hanya akan mempercepat pengambilan keputusan tetapi juga memberikan kejelasan yang lebih baik bagi para suporter sepak bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem pelacakan optik pertama kali diuji pada Piala Arab tahun lalu di Qatar, dan tujuan utamanya adalah agar teknologi itu dapat digunakan sepenuhnya untuk Piala Dunia 2022 di negara Teluk itu akhir tahun ini.

Pierluigi Collina, ketua komite wasit FIFA, Rabu mengatakan kepada wartawan bahwa VAR telah terbukti "sangat sukses" sejak diperkenalkan tetapi mengakui masih diperlukan lebih banyak konsistensi.

"Ini belum di sangat, sangat atas ... kecepatan proses pengambilan keputusan yang sama. Menjadi cepat dan akurat tidak jalan berbarengan," kata Collina di Piala Dunia Klub di Abu Dhabi, seperti dikutip AFP.

"Penting bagi petugas VAR untuk mendapatkan keputusan yang akurat, tetapi kami sadar kami perlu mempersingkat waktu, terutama dengan offside."

"Terkadang butuh waktu lebih lama untuk menilai keputusan offside, terutama dalam insiden yang sangat ketat," katanya.

"Gol sudah dirayakan, semua orang menunggu dan kemudian ada gol yang dianulir, atau sebaliknya ... dan kemudian setelah waktu yang cukup lama ada keputusan akhir."

Teknologi pelacakan anggota badan yang digerakkan oleh data bergantung pada sejumlah kamera khusus dan kamera siaran di seputar stadion untuk memberikan posisi yang tepat dari pemain di lapangan, menawarkan informasi yang tepat kepada wasit dalam hitungan detik.

Untuk meningkatkan akurasi, sistem saat ini menghasilkan 18 titik data per pemain-- melacak berbagai bagian tubuh untuk membuat model kerangka tiga dimensi.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan itu menjadi 29 titik untuk Piala Dunia agar memberikan presisi lebih lanjut, menurut kepala teknologi sepak bola di FIFA, Sebastian Runge.

Begitu keputusan akhir dibuat, teknologi berbasis kecerdasan buatan mengubah gambar menjadi animasi 3D yang dapat ditampilkan di layar lebar di lapangan.

"Dengan mengambil data itu, kita bisa masuk ke dunia 3D dan kita bisa membuat animasi, yang bisa menjelaskan dengan sempurna apakah seorang pemain onside, seberapa jauh pemain itu offside atau onside," kata Runge.

"Kami memasukkannya ke dalam animasi yang akan dibagikan dengan TV dan operator layar raksasa kami dan kami dapat memberi tahu penonton dengan cara yang lebih jelas tentang keputusan offside dan onside."
 

Lebih dari sekedar robot

Terlepas dari pengaruh teknologi yang terus berkembang, FIFA menegaskan bahwa wasit akan tetap membuat keputusan terakhir.

Petugas VAR yang bertanggung jawab untuk memantau offside, memeriksa insiden saat terjadi, ketimbang menunggu penghentian dalam permainan.

Petugas itu memberi tahu ofisial VAR utama, yang membuat keputusan dan kemudian berbicara kepada wasit.

"Saya tahu ada yang menyebutnya 'robot offside', bukan. Teknologi itu hanya alat yang digunakan manusia," kata Collina.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Wasit dan asisten wasit masih bertanggung jawab atas keputusan di lapangan. Teknologi hanya memberi mereka dukungan yang berharga untuk membuat keputusan yang lebih akurat dan lebih cepat."

Collina menggunakan contoh gol yang dianulir karena offside dalam kemenangan 2-0 Palmeiras di semi-final atas Al Ahly pada hari Selasa sebagai area di mana lebih banyak yang bisa dilakukan untuk membuat penggemar mendapat informasi lengkap. (umm/ant)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Upaya Berantas Penyelundupan BBL,  Presiden Diminta Bentuk Satgas

Upaya Berantas Penyelundupan BBL, Presiden Diminta Bentuk Satgas

Founder dan Owner Bandar Laut Dunia Grup atau Balad Grup, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot sederet kasus penyelundupan Benih Bening Lobster atau BBL ke luar negeri.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah lapor sejak 2024, ayah santriwati korban pencabulan di Ponpes Pati mengaku dapat tekanan dan diremehkan oleh sejumlah pihak 'timun kok musuh duren'.
Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT