News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Luis Enrique Tiba-Tiba Sebut PSG Tak Layak Menang atas Tottenham di Piala Super Eropa 2025, Ada Apa?

Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menyebut anak asuhnya tidak layak menang atas Tottenham Hotspur di final Piala Super Eropa 2025.
Kamis, 14 Agustus 2025 - 14:48 WIB
Pelatih PSG, Luis Enrique
Sumber :
  • Reuters/Matthew Childs

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, menyebut anak asuhnya tidak layak menang atas Tottenham Hotspur di final Piala Super Eropa 2025.

PSG menaklukkan Tottenham lewat adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 90 menit waktu normal di Stadion Friuli, Udine, Kamis (14/8/2025) dini hari WIB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mental Juara di Final Super Eropa: PSG Menang Adu Penalti Lawan Tottenham Hotspur
Mental Juara di Final Super Eropa: PSG Menang Adu Penalti Lawan Tottenham Hotspur
Sumber :
  • Instagram/@psg

 

Sebelumnya, Les Parisiens sempat tertinggal 0-2 sampai lima menit menjelang waktu normal usai, gegara gol duo pemain Tottenham, Micky van de Ven dan Cristian Romero.

Namun, PSG tak menyerah untuk mengatasi defisit dua gol. Sang juara bertahan Liga Champions itu mampu mennyamakan kedudukan lewat aksi Lee Kang-in dan Goncalo Ramos.

Setelah melalui adu penalti, raksasa Liga Prancis itu menang dan meraih gelar juara Piala Super Eropa pertamanya.

Meski demikian, Luis Enrique menilai bahwa anak asuhnya tidak pantas menang setelah tertinggal 0-2 lebih dulu sebelum akhirnya bangkit dan menang adu penalti.

Eks pelatih Timnas Spanyol itu justru menyebut Tottenham lah yang lebih layak untuk merebut trofi itu karena dianggap lebih siap untuk ajang tersebut.

Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique
Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique
Sumber :
  • PSG Official

 

"Selama 80 menit kami tidak pantas menang. Tottenham bermain bagus dan pantas menang," kata Enrique, dikutip dari TNT Sports.

"Kami sangat beruntung bisa mencetak dua gol di 10 menit terakhir," tambahnya.

Menurut dia, Tottenham tampil lebih siap karena telah menjalani pramusim selama enam pekan, sedangkan PSG baru enam hari memulai latihan usai tampil di final Piala Dunia Antarklub.

Di sisi lain, Enrique tak ingin euforia menutupi kekurangan timnya. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan tak mencerminkan jalannya laga secara keseluruhan.

"Kadang sepak bola memang tidak adil," ujarnya.

Salah satu sorotan positif datang dari debut kiper muda Lucas Chevalier yang menggantikan posisi Gianluigi Donnarumma sebagai penjaga gawang utama PSG.

Meski melakukan kesalahan pada gol kedua Tottenham, Chevalier berhasil menebusnya dengan menyelamatkan penalti Micky van de Ven di babak adu penalti.

"Dia menunjukkan kepribadian besar, dan itu sangat penting di klub seperti PSG karena tekanan begitu besar," kata Enrique.

Sementara itu, gelandang PSG Vitinha menyoroti semangat kolektif timnya saat menghadapi tekanan di babak adu penalti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Inilah definisi dari tim. Ketika seseorang gagal, yang lain membantu," tutup Vitinha.

(ant/yus)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Guru Sabdo Roso Ajak Masyarakat Rawat Batin Lewat Laku Hening

Jelang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Guru Sabdo Roso Ajak Masyarakat Rawat Batin Lewat Laku Hening

Beban pikiran dan emosi juga dapat membuat seseorang merasa lelah meski tidak melakukan aktivitas berat.
Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Tinggal Satu Bangunan yang Belum Rata

Klaster Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Tinggal Satu Bangunan yang Belum Rata

Pembongkaran klaster mewah di Lapas Cibinong terus dilakukan. Hingga Rabu petang, tersisa satu bangunan yang belum dirobohkan.
Pep Guardiola Akhirnya Buka Suara usai Man City Dinyatakan Bersalah 114 Pelanggaran Finansial

Pep Guardiola Akhirnya Buka Suara usai Man City Dinyatakan Bersalah 114 Pelanggaran Finansial

Pep Guardiola buka suara usai Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 pelanggaran finansial. Ia tetap mendukung klub saat proses banding masih berjalan.
Bangkit Pascakebakaran, Bantuan PNM Bersama BRINS Nyalakan Harapan Baru Warga Sade

Bangkit Pascakebakaran, Bantuan PNM Bersama BRINS Nyalakan Harapan Baru Warga Sade

Upaya bangkitkan harapan warga Sade pascakebakaran, PNM bersama BRINS menyiapkan pendampingan lanjutan bagi para nasabah melalui berbagai program pemberdayaan.
Striker Naturalisasi Malaysia Tolak Mentah-mentah Main di Liga Indonesia, Ini Alasannya

Striker Naturalisasi Malaysia Tolak Mentah-mentah Main di Liga Indonesia, Ini Alasannya

Striker naturalisasi Malaysia, Bergson da Silva, mengaku tak pernah membayangkan bermain di Liga Indonesia dan menegaskan dirinya nyaman berkarier di Malaysia.
Warga Jabar Buruan Cek Aplikasi Sapawarga, Dedi Mulyadi Berikan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Warga Jabar Buruan Cek Aplikasi Sapawarga, Dedi Mulyadi Berikan Asuransi BPJS Ketenagakerjaan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberi kabar baik untuk semua warga Jabar. Ternyata ada asuransi Aing yang bermanfaat untuk warga kurang mampu.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Beroperasi, Tarif Gratis Selama 14 Hari

Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Beroperasi, Tarif Gratis Selama 14 Hari

PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) pada Rabu (30/9/2026) mulai mengoperasikan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) ruas Gending-Paiton.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT