Profil Marco Ottolini: Wajah Lama untuk Isi Posisi Direktur Olahraga Juventus
- Genoa
Jakarta, tvOnenews.com - Juventus akhirnya akan segera mengisi kekosongan direktur olahraga dengan bergabungnya Marco Ottoloni. Menjadi wajah lama dengan jabatan baru, berikut profil Marco Ottoloni.Â
Marco Ottolini lahir di Gardone Val Trompia, Italia pada 1980 silam. Bersama Juventus, dia menemukan karir baru dari pemain menjadi sosok penting di balik layar klub.Â
Dilansir dari laman Corriere, Marco Ottoloni telah mencapai kesepakatan lisan dengan manajemen Bianconeri, hanya tinggal formalitas akhir untuk menyegel kepulangannya ke Turin.Â
Bagi Ottolini, ini adalah reuni manis dengan klub yang membesarkannya di dunia manajerial. Dari 2018 hingga 2022, ia bergabung dengan Juventus sebagai pencari bakat internasional, kemudian naik jabatan menjadi manajer pemain pinjaman dan koordinator proyek "Club 15" yang fokus pada sinergi dengan klub-klub luar negeri.Â
Pengalaman itu menjadi fondasi kuat sebelum ia melangkah ke petualangan baru di Genoa pada Juli 2022. Di Marassi, Ottolini langsung membuktikan kelasnya. Genoa saat itu baru saja terdegradasi ke Serie B, tapi di bawah arahan strategisnya, Rossoblu langsung promosi kembali ke Serie A pada musim pertama.Â
Dua musim berikutnya, Genoa finis nyaman di papan tengah sebagai peringkat 11 pada 2023/2024 dan 13 pada 2024/2025. Semua itu dicapai dengan filosofi yang jadi ciri khas Ottolini dengan membangun skuad berkelanjutan, fokus pada plusvalenza, dan valorisasi talenta muda tanpa mengabaikan keseimbangan finansial klub.
Beberapa operasi pasar transfernya di Genoa patut dijadikan benchmark. Pada musim panas 2022-2023, ia merekrut Radu Dragusin dari Juventus dengan harga sekitar 9-10 juta euro, lalu menjualnya ke Tottenham Hotspur pada 2024 dengan keuntungan besar (sekitar 25 juta euro plus bonus). Josep Martinez didatangkan murah dari RB Leipzig (sekitar 3,5 juta euro) dan dijual ke Inter Milan dengan profit signifikan.Â
Mateo Retegui, striker yang relatif tak dikenal saat direkrut dari Tigre Argentina sekitar 15 juta euro, menjadi bomber timnas Italia sebelum dilepas ke Atalanta dengan capital gain mencengangkan.
Tak ketinggalan, Koni De Winter dibeli dari Juventus sekitar 11 juta euro dan dijual ke AC Milan di atas 20 juta euro. Albert Gudmundsson pindah ke Fiorentina dengan nilai lebih dari 20 juta euro, sementara talenta muda seperti Brooke Norton-Cuffy (dari Arsenal dengan harga murah) dan Honest Ahanor dari akademi Genoa menjadi aset berharga yang kini diburu banyak klub.Â
Ottolini juga jago dalam deal cerdas, seperti permanenkan Vitinha dari Marseille dengan biaya lebih rendah dari sebelumnya.
Di balik meja pelatih, intuisi Ottolini tak kalah tajam. Ia yang membawa Alberto Gilardino sebagai allenatore saat promosi, lalu memilih Patrick Vieira untuk era berikutnya. Semua keputusan itu selaras dengan visi klub, yakni naikkan level skuad secara bertahap sambil menjaga keberlanjutan klub.
Sebelum era Juventus dan Genoa, Ottolini memulai karier dirigenzial di Anderlecht pada 2015 sebagai observer. Di sana, ia cepat naik pangkat berkat kemampuan scouting internasionalnya.Â
Mantan pemain Brescia ini memang punya insting tajam soal talenta, yang kini akan ia bawa kembali ke Continassa.
Kepulangan Ottolini ke Juventus tak lepas dari rekomendasi kuat dari Damien Comolli (CEO dengan delegasi olahraga) dan Giorgio Chiellini (Director of Football Strategy).Â
Ia akan bekerja bersamaa dengan François Modesto sebagai direktur teknik, fokus pada operasional scouting dan trattative harian. Di tengah proyek rebuild berkelanjutan Bianconeri, Ottolini diharapkan jadi kunci untuk kembali kompetitif, baik di Italia maupun Eropa.Â
Load more