Reaksi Allegri usai AC Milan Gagal Kalahkan AS Roma Meski Unggul Lebih Dulu: Rossoneri Banyak Lakukan Kesalahan
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Jakarta, tvOnenews.com - Massimiliano Allegri meninggalkan Stadion Olimpico dengan perasaan campur aduk usai AC Milan ditahan imbang AS Roma pada Senin dini hari WIB. Meski sempat memimpin lebih dulu, sang pelatih memilih melihat sisi positif dari hasil 1-1 yang diraih Rossoneri di markas Serigala Ibu Kota.
Pertandingan berjalan berat bagi Milan pada babak pertama ketika Roma tampil dominan dan menekan tanpa henti. Mike Maignan harus berjibaku melakukan sejumlah penyelamatan krusial demi menjaga gawangnya tetap aman hingga jeda.
Situasi mulai berubah di paruh kedua setelah Koni De Winter memecah kebuntuan lewat sundulan tajam dari situasi sepak pojok. Gol tersebut seakan menjadi gambaran khas gaya Allegri, di mana efektivitas menjadi kunci di tengah tekanan permainan lawan.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama karena Milan kembali kehilangan fokus pada momen krusial. Davide Bartesaghi dinilai melakukan handball di kotak penalti yang berujung pada gol penyama kedudukan Roma melalui eksekusi dingin Lorenzo Pellegrini.
Usai laga, Allegri mengungkapkan perasaan yang berlawanan dengan kenyataan di lapangan saat timnya unggul satu gol. Ia mengaku justru merasa Milan lebih dekat mencetak gol kedua ketimbang kebobolan.
“Perasaan saya saat itu adalah kami lebih dekat ke gol kedua, tetapi yang terjadi justru sebaliknya,” kata Allegri, dilansir dari DAZN. Menurutnya, sepak bola kerap menghadirkan situasi di mana segalanya tampak terkendali sebelum satu momen kecil mengubah hasil akhir.
Meski gagal membawa pulang tiga poin, Allegri menegaskan bahwa hasil imbang di Olimpico memiliki nilai yang sangat penting. Tambahan satu poin ini menjaga jarak Milan tetap aman dari Roma sekaligus memberi keuntungan dalam persaingan dengan Napoli.
Allegri juga tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ditunjukkan timnya, terutama pada babak pertama. Ia menyoroti banyaknya kesalahan teknis serta bola yang hilang di sisi kanan akibat tekanan agresif Roma.
“Melawan tim yang melakukan pressing seperti ini, Anda harus bermain dengan segitiga panjang, dan itu baru kami lakukan lebih baik setelah jeda,” ujarnya. Perubahan pendekatan tersebut membuat Milan tampil lebih berani dan rapi saat membangun serangan dari lini belakang.
Catatan lain turut diarahkan pada organisasi pertahanan yang dinilai belum maksimal. Allegri menilai Matteo Gabbia terlalu sering dibiarkan menghadapi situasi satu lawan satu yang berisiko tinggi.
Di tengah berbagai evaluasi, pujian justru diarahkan Allegri kepada Mike Maignan. Kiper asal Prancis itu disebut sebagai faktor kunci yang membuat Milan tetap bertahan dalam pertandingan yang berjalan sulit.
Bagi Allegri, hasil imbang ini merupakan bagian dari dinamika panjang sebuah musim kompetisi. Ia menilai kemampuan mencuri poin saat tim tidak tampil optimal menjadi tanda kedewasaan dalam perburuan gelar.
(sub)
Load more