Jose Mourinho Sindir Real Madrid usai Benfica Menang, Sebut Seharusnya El Real Lebih Banyak Kebobolan
- REUTERS/Pedro Rocha
Jakarta, tvOnenews.com - Jose Mourinho melontarkan komentar pedas setelah Real Madrid tumbang 2-4 dari Benfica dalam laga dramatis fase liga Liga Champions di Estadio da Luz. Pelatih berjulukan The Special One itu bahkan menegaskan bahwa Los Blancos beruntung tidak kebobolan lebih banyak gol dalam pertandingan penuh tensi tersebut.
Benfica tampil menggila sejak awal dan membuat Madrid terus berada dalam tekanan sepanjang laga. Meski skor sempat ketat, dominasi tuan rumah terasa jelas hingga menit-menit akhir pertandingan.
Momen paling mengejutkan terjadi di masa injury time ketika kiper Benfica, Anatoliy Trubin, ikut maju membantu serangan saat timnya mendapat tendangan bebas. Keputusan berani itu berbuah manis setelah Trubin mencetak gol sundulan keras yang tak mampu dibendung Thibaut Courtois.
Gol tersebut memicu euforia luar biasa di Estadio da Luz karena memastikan kemenangan 4-2 bagi Benfica. Situasi semakin berat bagi Madrid setelah Raul Asencio dan Rodrygo harus meninggalkan lapangan akibat kartu merah.
Anak asuh Mourinho kemudian bertahan mati-matian hingga peluit akhir demi mengamankan posisi ke-24 klasemen. Hasil itu cukup membawa Benfica lolos ke babak play-off Liga Champions sebagai tim non-unggulan.
Di sisi lain, Real Madrid harus puas finis di peringkat kesembilan dan gagal lolos otomatis ke babak berikutnya. Meski berstatus unggulan, mereka tetap harus melewati babak play-off dua leg bulan depan.
“Kami tahu dia bisa melakukannya, kami tahu dia bisa melakukannya,” kata Mourinho kepada TNT Sports saat membahas gol sensasional Trubin.
“Kami kalah di Porto beberapa minggu lalu, dia maju di menit terakhir dan hampir mencetak gol, jadi kami tahu bahwa pemain besar ini mampu melakukan hal itu," katanya melanjutkan.
Mourinho menilai kualitas umpan dari situasi bola mati menjadi kunci keberhasilan gol tersebut.
“Kualitas layanan, tentu saja, adalah hal yang paling penting, Anda harus menempatkan bola di sana,” ujarnya.
Pelatih asal Portugal itu juga mengungkap momen krusial di bangku cadangan ketika menerima informasi berbeda terkait kebutuhan gol Benfica.
“Ketika saya melakukan pergantian pemain, pergantian terakhir, Ivanovic dan Antonio Silva, saya diberi tahu bahwa itu sudah cukup jadi mari kita tutup pintu,” jelasnya.
Namun situasi berubah hanya beberapa detik kemudian.
“Ketika saya melakukan perubahan beberapa detik kemudian, mereka memberi tahu saya, ‘Kita butuh satu gol lagi’, tetapi saya tidak dapat melakukan perubahan lebih lanjut,” lanjut Mourinho.
Usai laga, Mourinho terlihat berbincang dengan bek muda Madrid, Dean Huijsen, yang pernah ia latih di AS Roma.
“Dean adalah pemain saya di Roma, dia berteman dengan anak-anak saya dan keluarga mereka saling mengenal dengan baik, jadi saya memiliki hubungan yang baik dengannya,” ucap Mourinho.
Ia tak segan melontarkan komentar blak-blakan kepada Huijsen.
“Tapi saya bilang padanya, ‘Kamu beruntung! Kamu beruntung hanya kalah 4-2’, karena bisa saja lebih buruk,” katanya. (fan)
Load more