Bikin Ronaldo Mogok Main, Benzema Disebut Keras Kepala oleh Jurnalis Arab, Kenapa?
- Instagram/karimbenzema
"Al-Faraj mengutip sumber di dalam Al-Ittihad yang mengatakan, bahwa agen Benzema menanggapi tawaran tersebut dengan pernyataan keras: 'Tidak ada yang bisa mendikte saya tentang apa yang mereka inginkan'."
"Sebuah pernyataan yang ditafsirkan banyak orang sebagai ancaman terselubung kepada mereka yang mencoba menggagalkan kariernya."
"Jurnalis tersebut menggambarkan situasi saat ini sebagai 'keadaan keras kepala' yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara para bintang, di mana jendela transfer musim dingin telah berubah menjadi arena untuk menyelesaikan dendam pribadi dan memaksakan kehendak, yang membayangi stabilitas klub-klub besar," tulis Arriyadiyah.
2. Al-Farraj minta berhenti memanjakan pemain bintang

- Instagram/karimbenzema
Waleed Al-Farraj tidak hanya membongkar kronologi transfer, tetapi juga melontarkan kritik pedas terhadap fenomena yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa sudah saatnya Liga Pro Saudi dan pihak berwenang berhenti "memanjakan" pemain bintang secara berlebihan.
Kritik tersebut menyasar pada perilaku para pemain asing papan atas yang dianggap terlalu banyak menuntut, bahkan sering kali memaksakan kehendak mereka kepada klub maupun liga.
Al-Farraj menilai jika tren ini terus dibiarkan, stabilitas liga akan terganggu oleh ego individu pemain, meski mereka memiliki status megabintang dunia sekalipun.

- Instagram/karimbenzema
"Al-Farraj menekankan, proyek pengembangan Liga Saudi tidak boleh bergantung pada kepuasan pemain tertentu, baik itu Ronaldo atau Benzema."
"Ia (Al-Farraj) dengan berani menyatakan bahwa para bintang ini datang ke liga dengan gaji selangit yang 'bahkan tak terbayangkan'."
"Ia menuntut agar keadaan diperbaiki dan profesionalisme dipertahankan untuk memastikan prestise proyek olahraga Saudi melampaui pertimbangan pribadi apa pun."
"Al-Faraj menyimpulkan dengan menyatakan harapannya bahwa apa yang terjadi di bursa transfer ini akan menjadi pelajaran pahit, agar tidak terulang di musim panas, menyerukan agar semua orang memahami tempat mereka yang sebenarnya di dalam klub dan negara," tutup Arriyadiyah. (ism)
Load more