GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Blak-blakan Chivu Usai Inter Milan Taklukkan Juventus 3-2: Bahas Rekor hingga Singgung Kartu Merah Kalulu yang Konyol

Kemenangan 3-2 atas Juventus bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Inter Milan. Di mata Cristian Chivu, hasil tersebut berpotensi menjadi titik balik mental.
Minggu, 15 Februari 2026 - 11:19 WIB
Pelatih Inter Milan Cristian Chivu
Sumber :
  • REUTERS/Matteo Ciambelli

Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan dramatis 3-2 atas Juventus bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Inter Milan. Di mata Cristian Chivu, hasil tersebut berpotensi menjadi titik balik mental yang bisa mengubah arah musim Nerazzurri.

Gol telat Piotr Zielinski memecah ketegangan di Giuseppe Meazza yang sepanjang laga dipenuhi emosi. Sorak sorai suporter seakan melepaskan beban panjang setelah Inter akhirnya mampu menaklukkan salah satu raksasa tradisional Serie A dalam duel langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chivu tak menutup mata bahwa timnya tampil jauh dari kata sempurna. Ia mengakui Inter sempat kesulitan mengembangkan permainan sesuai rencana awal.

“Kami seperti terblokir dalam permainan dan apa yang ingin kami tampilkan, dan kami menderita,” ujar Chivu seusai laga, seperti dikutip dari DAZN. Menurutnya, tekanan psikologis karena lama tak memenangi laga besar ikut membayangi para pemain di lapangan.

Sudah dua tahun Inter gagal memenangkan duel langsung melawan rival kuat di liga. Beban itu, kata Chivu, terasa jelas meski tidak selalu tercermin di papan skor.

Namun justru di situlah nilai kemenangan ini terasa lebih dalam. Inter menang bukan karena tampil dominan, melainkan karena mampu bertahan dan menghantam di momen paling krusial.

“Kami belum memenangkan duel langsung selama dua tahun dan para pemain merasakannya. Tetapi dengan hati dan melakukan apa yang diperlukan, kami berhasil memenangkannya,” lanjutnya.

Chivu memuji karakter timnya yang tidak runtuh ketika keadaan tidak berpihak. Ia melihat hasrat untuk terus menekan sebagai bukti kedewasaan skuadnya.

Menurutnya, Juventus adalah tim dengan kualitas individu dan kolektif yang sangat tinggi. Rotasi pemain serta kedalaman skuad lawan membuat pertandingan berjalan sulit dari menit pertama hingga akhir.

“Saya mengambil kemenangan ini, karakter dan hasrat untuk selalu menyakiti tim yang menyulitkan semua orang. Mereka adalah tim papan atas dan layak mendapatkan pujian,” ucapnya lugas.

Pelatih asal Rumania itu juga menyoroti kartu merah yang diterima Pierre Kalulu dan memengaruhi jalannya laga. Ia menilai kontak yang terjadi memang ringan, tetapi cukup memberi wasit alasan untuk mengambil keputusan.

Chivu mengingatkan para pemainnya agar tidak memberi ruang bagi wasit untuk menafsirkan situasi yang merugikan. Baginya, detail kecil kerap menjadi penentu dalam laga sebesar Derby d’Italia.

“Jika sudah mengantongi kartu kuning, saya tidak akan meletakkan tangan pada lawan dalam situasi seperti itu,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya kecerdasan membaca momen, terutama ketika tim sedang bersiap melancarkan serangan balik.

Di balik analisis taktis dan evaluasi teknis, Chivu lebih menyoroti aspek mental sebagai fondasi kemenangan. Ia percaya sepak bola di level tertinggi sering kali ditentukan oleh keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini Inter boleh menikmati hasil manis tersebut dengan kepala tegak. Namun bagi Chivu, pekerjaan belum selesai karena konsistensi tetap menjadi ujian sesungguhnya dalam perburuan gelar musim ini.

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Satu-satunya Pemain Lokal di Jajaran Top Skor Liga 2, Winger Bekasi City Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?

Satu-satunya Pemain Lokal di Jajaran Top Skor Liga 2, Winger Bekasi City Ini Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia?

Jadi satu-satunya pemain lokal di deretan top skor Liga 2, winger milik Bekasi City FC ini bisa dipertimbangkan oleh John Herdman untuk skuad Timnas Indonesia.
Baru Setengah Hari Jualan, Pedagang Burung Pipit Kantongi Rp17 Juta saat Hari Imlek

Baru Setengah Hari Jualan, Pedagang Burung Pipit Kantongi Rp17 Juta saat Hari Imlek

Pedagang burung pipit di Vihara Dharma Bhakti Jakarta Barat mengungkapkan bisa kantongi Rp17 juta dalam waktu setengah hari selama perayaan Hari Raya Imlek.
Singgung Isu Sandbagging saat Tes Pramusim F1 2026 di Bahrain, Charles Leclerc Curiga pada Mercedes yang Menurutnya...

Singgung Isu Sandbagging saat Tes Pramusim F1 2026 di Bahrain, Charles Leclerc Curiga pada Mercedes yang Menurutnya...

Setelah tes pramusim F1 2026 pertama yang berlangsung di Bahrain telah berakhir, peta persaingan tim pada musim ini nampaknya masih sulit untuk diprediksi.
Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Kapan Shalat Tarawih Pertama Muhammadiyah, NU, Pemerintah Indonesia Dilakukan pada Ramadhan 2026? Catat Waktunya

Umat Islam di Indonesia menantikan pengumuman resmi penetapan 1 Ramadhan dari pemerintah melalui sidang isbat untuk menentukan kapan puasa dan shalat tarawih
Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam Ketar-ketir John Herdman akan Bawa Timnas Indonesia Balik ke Era Shin Tae-yong

Media Vietnam mulai khawatir John Herdman akan membawa Timnas Indonesia kembali ke era Shin Tae-yong dari segi penggunaan taktik di atas lapangan. Apa katanya?
Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Kronologi Pesaing Persib di ACL Two Dapat Sanksi WO oleh AFC, Ternyata Musim Lalu Sudah Untungkan Klub Singapura

Keputusan itu diambil AFC setelah CAHN terbukti menurunkan dua pemain yang tidak memenuhi syarat tampil.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT