Jawaban Cristian Chivu Setelah Disindir Luciano Spalletti karena Pasang Badan untuk Alessandro Bastoni
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberi respons setelah disindir oleh Luciano Spalletti karena insiden di Derby d’Italia. Sang juru taktik sempat pasang badan untuk Alessandro Bastoni.
I Nerazzurri bertandang ke Norwegia untuk menghadapi Bodo/Glimt untuk leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Mereka berupaya untuk melanjutkan tren positifnya setelah kemenangan 3-2 atas Juventus.
Namun, kemenangan itu menyisakan kontroversi. Kartu merah Pierre Kalulu sangat memengaruhi hasil akhir setelah wasit Federico La Penna terperdaya oleh aksi Alessandro Bastoni.
Sang bek tengah disinyalir melakukan diving, dan mendapatkan hujatan keras dari publik setelah itu. Bastoni pun sudah meminta maaf dalam konferensi pers sebelum laga kontra Bodo/Glimt atas reaksinya yang merayakan kartu merah Kalulu.

- REUTERS/Daniele Mascolo
Cristian Chivu sempat pasang badan setelah pertandingan dengan mengatakan bahwa Bastoni tetap merasakan sentuhan walaupun ringan. Namun, pernyataannya tersebut menjadi bahan kritikan lainnya oleh sejumlah pihak, termasuk Alessandro Del Piero dan Fabio Capello.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, juga ikut mengkritisi Chivu karena pernyataannya tersebut. Menurutnya, diving tetap merupakan suatu pelanggaran dalam sepak bola.
“Simulasi adalah pelanggaran terhadap sepak bola dan yang harus saya lakukan adalah mengangkat tim ke level di mana simulasi tidak memungkinkan orang lain untuk menentukan hasil pertandingan bagi kami. Apa yang terjadi tidak penting, tetapi apa yang Anda lakukan ketika sesuatu terjadi pada Anda itulah yang penting. Kami perlu membalikkan situasi ini,” kata Spalletti dalam konferensi pers jelang laga kontra Galatasaray.
Chivu diminta responsnya soal pernyataan Spalletti. Namun, dia menolak untuk menanggapinya, dan hanya berbicara tentang apa yang dirasakan oleh timnya.
Sang pelatih asal Rumania juga mengingatkan kembali kerugian yang dialami oleh Inter pada laga kontra Napoli di tahun lalu. Namun, pihak Nerazzurri melupakannya karena musim masih panjang.
“Saya tidak ingin menanggapi apa yang orang lain katakan. Saya mengatakan apa yang saya katakan dan apa yang saya pikirkan. Saya berbicara tentang pengalaman tim saya, dan saya tidak peduli apa yang mereka katakan. Tim di puncak selalu yang paling dibenci dan dikritik,” kata Chivu, dilansir dari Football-Italia.
“Insiden terjadi untuk dan melawan semua orang, kami diperlakukan tidak adil di Napoli dan saya mengatakan itu untuk pertama kalinya. Kami telah melupakan itu. Musim masih panjang dan kami ingin bersaing tanpa melupakan bagaimana kami telah digambarkan,” tambahnya. (rda)
Load more