Jadi Pahlawan Kemenangan, Henrikh Mkhitaryan Kirim Pesan untuk Fans Inter Milan: Berhenti Cemooh Bastoni!
- Inter.it
Jakarta, tvOnenews.com – Kemenangan 2-0 Inter Milan atas Lecce menjadi panggung kecil bagi senyum lebar Henrikh Mkhitaryan. Masuk dari bangku cadangan, gelandang senior itu langsung memberi dampak lewat gol pembuka yang memecah kebuntuan.
Laga tersebut memang tidak semudah yang terlihat di papan skor. Inter Milan harus bekerja keras membongkar pertahanan rapat tuan rumah yang tampil disiplin sejak menit pertama.
Mkhitaryan mengakui Lecce nyaris tak memberi ruang pada babak pertama. Inter dipaksa bersabar, mengalirkan bola dari sisi ke sisi demi mencari celah sekecil apa pun.
Memasuki babak kedua, situasi mulai berubah. Ruang terbuka lebih banyak, sementara tempo permainan meningkat.
Dalam momen itulah Mkhitaryan muncul sebagai pembeda. Ia menyambar peluang dengan tenang dan membawa Inter unggul saat tekanan mulai memuncak.
Menariknya, proses gol tersebut bukan hasil skenario rumit yang dirancang khusus. Ia bahkan bercanda bahwa biasanya bola diarahkan kepada Alessandro Bastoni, tetapi kali ini dirinya yang bergerak lebih cepat.
Candaan itu disampaikannya dengan tawa ringan di depan kamera. Sentuhan humor tersebut mencerminkan suasana ruang ganti yang tetap hangat di tengah ketatnya persaingan.
Tak berhenti di situ, pujian juga ia arahkan kepada Federico Dimarco yang kembali tampil gemilang. Dua assist dari kaki kirinya menjadi fondasi kemenangan Nerazzurri malam itu.
Dengan nada berseloroh, Mkhitaryan menyebut Dimarco mungkin perlu membeli rumah baru untuk menyimpan seluruh trofi Player of the Match miliknya. Ucapan itu bukan sekadar gurauan, melainkan bentuk pengakuan atas konsistensi sang bek sayap sepanjang musim.
Di sisi lain, Mkhitaryan juga menunjukkan solidaritas kepada Bastoni yang sempat mendapat siulan dari sebagian suporter. Ia menegaskan bahwa tim harus tetap bersatu dalam situasi apa pun.
Menurutnya, ruang ganti Inter ibarat keluarga yang saling menopang. Apa pun yang terjadi di luar lapangan tak boleh meretakkan kebersamaan di dalam tim.
Kemenangan ini pun terasa penting sebagai modal menuju laga berikutnya. Inter akan menghadapi Bodo/Glimt pada leg kedua Liga Champions yang sarat tekanan.
Mkhitaryan menyebut tiga poin atas Lecce sebagai fondasi kepercayaan diri. Ia yakin, dengan persiapan matang dan dukungan penuh suporter, Inter mampu membalikkan keadaan.
Ia pun mengingat kembali peluang-peluang yang sempat membentur tiang di Norwegia. Detail kecil, katanya, bisa menjadi penentu dalam pertandingan sebesar itu.
Pada akhirnya, malam di Lecce bukan sekadar soal gol atau statistik. Itu adalah kisah tentang pengalaman, kebersamaan, dan keyakinan bahwa kerja keras pada akhirnya akan menemukan jalannya.
(sub)
Load more