Liga Champions: Misi Comeback di San Siro! Federico Dimarco Tuntut Skuad Inter Milan Tampil Habis-habisan Lawan Bodo/Glimt di Leg 2
- REUTERS/Jennifer Lorenzini
Jakarta, tvOnenews.com – Federico Dimarco menyadari betul besarnya tantangan yang menanti Inter Milan saat menjamu Bodo/Glimt di San Siro. Namun alih-alih gentar, wingback kiri andalan Nerazzurri itu justru menunjukkan keyakinan sekaligus rasa hormat kepada sang lawan.
Kekalahan 1-3 pada leg pertama di Norwegia menjadi tamparan keras bagi Inter. Bermain di atas lapangan sintetis Aspmyra Stadion, wakil Italia itu dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah yang tampil efektif dan disiplin.
Kini situasinya berbeda karena laga penentuan digelar di hadapan publik sendiri. Meski begitu, defisit dua gol membuat tekanan berada sepenuhnya di pundak pasukan Cristian Chivu.
Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Dimarco tak menutupi kenyataan tersebut. “Jelas ini akan menjadi pertandingan yang sangat menyerang,” ujarnya, dilansir dari FCInterNews.
Ia memahami Inter harus tampil agresif sejak menit pertama. “Kami tertinggal dua gol, jadi kami harus berhati-hati terhadap serangan balik mereka yang beberapa kali merugikan kami,” katanya.
Menurut Dimarco, fokus utama adalah mencetak gol secepat mungkin tanpa kehilangan keseimbangan permainan. Ia menekankan bahwa ambisi membalikkan keadaan tak boleh mengorbankan disiplin saat bertahan.
“Kami harus fokus mencetak gol; pikiran pertama adalah membalikkan defisit secepat mungkin,” ucapnya. Pernyataan itu mencerminkan mentalitas Inter yang tak ingin menyerah sebelum peluit akhir berbunyi.
Lebih jauh, pemain berusia 28 tahun tersebut juga menyinggung harga diri klub. “Kami adalah Inter, kami punya kewajiban untuk memberikan segalanya,” tegasnya.
Bermain di San Siro disebutnya sebagai suntikan energi tambahan. Ia berharap atmosfer kandang mampu mendorong tim menampilkan performa terbaik seperti yang sudah mereka tunjukkan dalam beberapa musim terakhir.
Dimarco juga tak ragu mengakui kualitas Bodo/Glimt. “Mereka tim yang solid, punya kualitas bagus; Anda tidak mengalahkan City dan Atletico secara kebetulan,” ujarnya.
Pujian itu menjadi bukti bahwa Inter tidak memandang remeh lawan. Baginya, perkembangan klub-klub Skandinavia menunjukkan bahwa level kompetisi di kawasan tersebut terus meningkat.
Di tengah tekanan besar, Inter juga harus kehilangan Lautaro Martinez yang mengalami cedera. Absennya sang kapten membuat tanggung jawab lini serang kian berat bagi para pemain lainnya.
Load more