Mimpi Liga Champions Hancur Lebur! Inter Milan Dipermalukan Bodo/Glimt dengan Agregat Mencolok
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Raksasa Italia, Inter Milan, harus angkat koper lebih cepat usai disingkirkan wakil Norwegia, Bodo/Glimt, dengan agregat telak 5-2 di babak play-off Liga Champions di San Siro, Rabu (25/2/2026).
Nerazzurri sebenarnya datang dengan tekad membalikkan keadaan setelah tumbang 1-3 di leg pertama.Â
Namun, dominasi dan efektivitas Bodo/Glimt kembali jadi mimpi buruk bagi pasukan Simone Inzaghi.
Pada leg pertama, Inter sudah terpukul dengan kekalahan 1-3 di Norwegia. Situasi makin memburuk setelah sang kapten, Lautaro Martinez, mengalami cedera soleus di lapangan sintetis yang memaksanya absen hingga sebulan.
Selain Lautaro, Hakan Calhanoglu juga tak bisa tampil. Kabar baiknya, Denzel Dumfries kembali masuk bangku cadangan untuk pertama kalinya sejak 9 November setelah menjalani operasi pergelangan kaki.Â
Sementara itu, Davide Frattesi dipercaya tampil sejak awal, menggeser Henrikh Mkhitaryan.
Di sisi lain, Bodo/Glimt tampil dengan kekuatan penuh. Mereka bahkan menjalani pemusatan latihan di Spanyol dan hanya fokus pada Liga Champions sejak 26 September karena kompetisi domestik baru kembali digelar 6 Maret.
Inter Dominan, Tapi Tumpul
Inter langsung menggebrak sejak awal laga. Francesco Pio Esposito nyaris membuka skor lewat sundulan pada menit ketiga, namun bola masih tipis di atas mistar.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan. Federico Dimarco hampir mencetak gol lewat sepakan melengkungnya, tetapi kiper Bodo/Glimt, Nikita Haikin, melakukan penyelamatan akrobatik luar biasa dari bawah mistar.
Marcus Thuram juga tampil agresif dari sisi kiri. Sepakan melengkungnya bahkan sempat berubah arah setelah mengenai punggung Odin Bjortuft dan hanya melenceng beberapa inci dari sudut atas gawang.
Frattesi, Esposito, hingga Alessandro Bastoni terus menebar ancaman, namun tak satu pun mampu menembus solidnya pertahanan tim tamu.
Blunder Fatal dan Gol Penentu
Petaka datang di babak kedua. Setelah sempat mendapat perawatan karena luka di alis, Manuel Akanji melakukan kesalahan fatal di tepi kotak penalti sendiri. Ia kehilangan bola dari Ole Didrik Blomberg yang langsung memaksa Yann Sommer melakukan penyelamatan gemilang.
Namun bola rebound langsung disambar oleh Jens Petter Hauge yang berdiri bebas. Gol tersebut praktis mematikan harapan Inter untuk melakukan comeback.
Load more