Kontroversi VAR Jadi Sorotan Media Italia, Keputusan Wasit Pupuskan Harapan Comeback Inter Milan Lawan Bodo/Glimt?
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com – Kekalahan 1-2 dari Bodo/Glimt di San Siro meninggalkan luka mendalam bagi Inter Milan. Bukan hanya karena tersingkir dari Liga Champions, tetapi juga karena munculnya kontroversi yang memicu perdebatan panjang.
Inter sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Statistik mencatat Nerazzurri menguasai 71 persen penguasaan bola dan melepaskan 30 tembakan, dengan tujuh di antaranya tepat sasaran.
Namun, sepak bola tak pernah hanya soal angka. Efektivitas dan ketenangan di momen krusial justru menjadi pembeda dalam laga hidup-mati tersebut.
Alih-alih menciptakan comeback dramatis, Inter kembali dikejutkan oleh disiplin dan keberanian wakil Norwegia itu. Bodo/Glimt memastikan kelolosan dengan agregat telak 5-2, hasil yang sulit diterima publik tuan rumah.
Di tengah kekecewaan tersebut, sorotan mengarah kepada kepemimpinan wasit asal Spanyol, Alejandro Hernandez Hernandez. Dilansir dari Corriere dello Sport, sejumlah keputusan yang diambilnya dinilai merugikan tim tuan rumah.
Inter beberapa kali mengajukan klaim penalti sepanjang laga. Sebagian memang tampak minim kontak, tetapi ada satu insiden yang memantik perdebatan lebih serius.
Momen itu terjadi ketika Nicolo Barella terjatuh di dalam kotak terlarang. Gelandang Italia tersebut terlihat mendapat sentuhan dari striker Bodo/Glimt, Kasper Hogh, saat mencoba menguasai bola.
Kontak tersebut dinilai cukup jelas oleh sebagian pengamat. Namun, Hernandez Hernandez tidak melihatnya sebagai pelanggaran yang layak berbuah penalti.
Lebih mengecewakan lagi, tayangan ulang melalui VAR tak menghasilkan perubahan keputusan. Ruang kendali video tidak meminta sang wasit untuk meninjau ulang kejadian itu di tepi lapangan.
Bagi Inter, satu penalti pada momen tersebut bisa saja mengubah arah pertandingan. Dalam laga dengan tekanan setinggi ini, detail kecil kerap menjadi penentu nasib.
Kekalahan ini pun memaksa pelatih Cristian Chivu menatap realitas pahit. Petualangan Eropa mereka terhenti, dan fokus kini harus sepenuhnya dialihkan ke Serie A serta Coppa Italia.
Meski demikian, perdebatan soal kepemimpinan wasit kemungkinan belum akan mereda dalam waktu dekat. Para suporter Inter merasa timnya setidaknya layak mendapatkan kesempatan dari titik putih.
Pada akhirnya, hasil di papan skor tak bisa diubah. Bodo/Glimt melangkah maju dengan penuh percaya diri, sementara Inter harus mengevaluasi diri dan belajar dari malam yang sarat pelajaran tersebut.
(sub)
Load more