Cemburu Lihat Debut Maarten Paes, Kiper Ajax Amsterdam: Sangat Kecewa
- Instagram/afcajax
tvOnenews.com - Persaingan di bawah mistar gawang selalu menghadirkan cerita tersendiri, terlebih di klub sebesar AFC Ajax.
Situasi itu kini tengah dirasakan kiper muda mereka, Joeri Herkens.
Penjaga gawang yang berstatus sebagai kiper ketiga tim utama tersebut tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya ketika melihat rekrutan anyar, Maarten Paes, langsung dipercaya menjalani debut saat menghadapi NEC Nijmegen.
Dalam laga yang berlangsung di Amsterdam itu, Ajax harus puas dengan hasil imbang 1-1.
Paes, yang baru bergabung dari FC Dallas, langsung mendapat tempat di starting XI.

- Ajax
Kesempatan tersebut terbuka setelah kiper utama, Vitezslav Jaros, mengalami cedera dan dipastikan absen hingga akhir musim.
Di sisi lain, Herkens kembali menunggu dari bangku cadangan.
Dalam wawancara yang dikutip dari VoetbalPrimeur.nl, kiper kelahiran 8 Mei 2006 itu berbicara jujur soal perasaannya.
“Tentu saja kecewa, karena pilihan itu tidak menjadi milik Anda. Tetapi bagi saya, yang penting adalah melakukan apa yang sudah saya lakukan selama beberapa bulan terakhir di Jong Ajax,” ujarnya.
Musim ini, Herkens telah mencatatkan 14 penampilan bersama Jong Ajax di kompetisi level kedua Belanda.
Di usianya yang masih 19 tahun, ia menjadi salah satu penjaga gawang muda yang mendapat menit bermain reguler dan menunjukkan konsistensi performa.
Sebagai produk akademi Ajax yang terkenal melahirkan banyak talenta top Eropa, Herkens paham betul bahwa jalur menuju tim utama tidak pernah mudah.
Tradisi klub yang berbasis pada pengembangan pemain muda memang memberi peluang, tetapi standar kualitasnya sangat tinggi.
Masuknya Paes menambah ketat kompetisi. Kiper berusia 27 tahun itu datang dengan bekal pengalaman di Major League Soccer (MLS) bersama FC Dallas serta jam terbang internasional bersama Timnas Indonesia.
Kombinasi pengalaman luar negeri dan level tim nasional tentu menjadi nilai plus di mata pelatih.
Bagi Herkens, situasi seperti ini bukan hal baru.
Ia mengaku sudah beberapa kali menghadapi momen sulit sepanjang perjalanan kariernya.
“Saya sudah mengalami begitu banyak kekecewaan dalam karier saya, sehingga saya bisa menanganinya. Saya terus bekerja keras dan menunjukkannya di Jong. Kesempatan itu akan datang dengan sendirinya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kematangan mental yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Alih-alih larut dalam rasa cemburu, Herkens memilih menjadikan persaingan sebagai bahan bakar motivasi.
Hasil imbang melawan NEC memang belum memuaskan bagi Ajax yang tengah berusaha menjaga konsistensi performa di kompetisi domestik.
Namun bagi Herkens, fokus utamanya saat ini bukan pada hasil pertandingan, melainkan menjaga level permainan agar tetap stabil ketika peluang itu benar-benar datang.
Dengan 14 penampilan musim ini bersama Jong Ajax, Herkens sudah memiliki fondasi pengalaman yang cukup untuk terus berkembang.
Di klub sebesar Ajax, kesabaran kerap menjadi kunci. Banyak pemain muda yang harus menunggu waktu sebelum akhirnya mendapat panggung utama.
Persaingan dengan Paes bisa menjadi tantangan, tetapi juga peluang pembelajaran.
Berlatih bersama kiper yang lebih berpengalaman memberi ruang bagi Herkens untuk meningkatkan kualitas, baik dari sisi teknis maupun mental.
(tsy)
Load more