Gara-gara Gagal di Liga Champions, Inter Milan Terpaksa Obral Marcus Thuram dan Denzel Dumfries untuk Seimbangkan Neraca Keuangan
- REUTERS/Claudia Greco
Jakarta, tvOnenews.com – Rencana besar tengah disiapkan Inter Milan menyambut bursa transfer musim panas mendatang. Manajemen Nerazzurri dikabarkan membuka peluang untuk melepas dua nama besar demi memperkuat fondasi finansial klub.
Dua pemain yang masuk dalam radar penjualan adalah Marcus Thuram dan Denzel Dumfries. Keduanya merupakan bagian penting dari skuad utama dalam beberapa musim terakhir.
Langkah ini tak lepas dari situasi yang dihadapi Inter usai tersingkir dari Liga Champions. Kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt membuat proyeksi pemasukan klub meleset dari target.
Menurut laporan La Repubblica, kondisi tersebut memaksa jajaran direksi menyusun ulang strategi keuangan. Salah satu opsi paling realistis adalah menjual pemain dengan nilai pasar tinggi untuk menambah dana segar.
Pelatih Cristian Chivu disebut telah diberi sinyal bahwa perubahan besar bisa terjadi pada akhir musim. Perombakan skuad dianggap perlu agar Inter tetap kompetitif sekaligus stabil secara finansial.
Denzel Dumfries menjadi salah satu nama yang paling santer dibicarakan. Bek sayap asal Belanda itu baru saja pulih dari cedera pergelangan kaki yang sempat membuatnya absen cukup lama.
Meski kondisinya mulai membaik dan berpeluang kembali menjadi starter, masa depannya belum sepenuhnya aman. Inter tidak ingin mengambil risiko kehilangan sang pemain secara cuma-cuma ketika kontraknya mendekati masa akhir.
Kontrak Dumfries memang masih berlaku hingga 2027. Namun, menjualnya lebih awal dinilai sebagai langkah rasional untuk menghindari potensi kerugian di kemudian hari.
Sementara itu, Marcus Thuram juga menghadapi situasi yang tak kalah rumit. Penyerang asal Prancis tersebut menjalani musim yang dinilai belum memenuhi ekspektasi publik di Giuseppe Meazza.
Kontribusinya di lini depan dianggap belum cukup konsisten untuk menjadi tumpuan jangka panjang. Meski kontraknya masih tersisa hingga 2028, manajemen dikabarkan siap mendengarkan setiap tawaran yang masuk.
Keputusan untuk membuka pintu negosiasi menunjukkan bahwa Inter tengah berpikir realistis. Tidak ada pemain yang benar-benar kebal dari evaluasi ketika kepentingan klub menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, langkah ini juga bisa menjadi awal dari babak baru pembangunan skuad. Dana hasil penjualan nantinya akan dialokasikan untuk mendatangkan pemain yang lebih sesuai dengan visi pelatih.
Bagi para pendukung, kabar ini tentu memunculkan perasaan campur aduk. Namun dalam sepak bola modern, keseimbangan antara ambisi prestasi dan kesehatan finansial menjadi kunci keberlangsungan klub sebesar Inter.
(sub)
Load more