Kiper Timnas Indonesia Guncang Belanda: Maarten Paes Tatap Posisi Utama Ajax Usai Gemilang di Laga Debut
- instagram.com/afcajax
Jakarta, tvOnenews.com – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menegaskan komitmennya bersama Ajax Amsterdam dengan penuh determinasi. Ia menyatakan siap memberikan segalanya demi menjaga kehormatan klub raksasa Belanda tersebut.
Sorotan tajam mengarah kepadanya saat menjalani laga perdana bersama Ajax Amsterdam. Debut itu terjadi ketika Ajax menghadapi NEC Nijmegen pada Minggu (22/2).
Pertandingan tersebut berakhir tanpa pemenang setelah kedua tim bermain imbang 1-1. Meski gagal meraih tiga poin, performa Paes justru menjadi salah satu aspek yang paling disorot.
Sepanjang 90 menit, ia membukukan tujuh penyelamatan penting yang menjaga asa timnya. Beberapa di antaranya terjadi dalam situasi krusial yang berpotensi mengubah jalannya laga.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Paes tidak datang sekadar sebagai pelengkap skuad. Ia menunjukkan kesiapan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola Belanda.
Bagi Paes, membela Ajax bukan sekadar soal menit bermain atau status di dalam tim. Ia menempatkan kebanggaan terhadap lambang klub sebagai hal yang jauh lebih penting dibandingkan ambisi pribadi.
"Saya bertanding untuk lambang di dada, di atas posisi apa pun yang saya inginkan. Lambang Ajax akan selalu lebih penting dari nama [pribadi]," kata Paes dikutip dari Voetbal Primeur, Jumat (27/2/2026).
Mantan penjaga gawang FC Dallas itu juga memiliki target jangka panjang bersama klub barunya. Ia ingin terus berkembang hingga mampu mengamankan posisi sebagai kiper utama.
Namun, jalan menuju tempat utama jelas tidak mudah. Ajax memiliki persaingan ketat di sektor penjaga gawang dengan sejumlah nama yang lebih dulu mendapat kepercayaan.
"Saya bisa saja duduk di bangku cadangan di belakang [Vitezslav] Jaros musim ini," kata Paes.
"Tapi di musim panas [awal musim depan], posisi kiper utama akan terbuka dan saya harus mengasah kemampuan di latihan serta bersaing dengan kiper lain," tambahnya.
Paes memahami bahwa kesabaran menjadi bagian dari proses tersebut. Ia menyadari setiap kesempatan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menarik perhatian tim pelatih.
Persaingan internal justru dianggapnya sebagai motivasi tambahan untuk terus meningkatkan kualitas. Ia yakin kerja keras di lapangan latihan akan membuka peluang lebih besar di masa depan.
Load more