Buntut Kasus Mateta dan Investasi 40 Juta Euro, Posisi Igli Tare di San Siro Mulai Goyang
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com -Â Masa depan Igli Tare bersama AC Milan mulai menjadi bahan pembicaraan hangat di internal klub. Meski belum genap setahun menjabat sebagai direktur olahraga, kinerjanya disebut akan dievaluasi begitu musim ini berakhir.
Seperti diulas Calciomercato.com, keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Dinamika yang terjadi di level manajemen membuat posisi Tare tak lagi sepenuhnya aman.
Musim panas lalu, Milan merasa perlu menghadirkan figur direktur olahraga yang kuat. Kekosongan itu muncul setelah kepergian Paolo Maldini dan Ricky Massara, yang sebelumnya memegang kendali teknis perekrutan pemain.
Tare datang dengan reputasi yang cukup mentereng setelah lama membangun SS Lazio. Ia diharapkan menjadi sosok penyeimbang antara kebutuhan pelatih dan kebijakan finansial klub.
Dalam beberapa aspek, kinerjanya memang layak diapresiasi. Penjualan sejumlah pemain berhasil mendatangkan pemasukan signifikan di tengah situasi keuangan yang tidak ideal.
Milan mendapatkan dana besar dari transfer Malick Thiaw, Theo Hernandez, dan Noah Okafor. Pemasukan itu menjadi krusial, terutama karena klub tidak menikmati pendapatan dari Liga Champions musim ini.
Hubungan Tare dengan pelatih Massimiliano Allegri juga disebut harmonis. Keduanya memiliki visi serupa dalam membangun ulang fondasi tim.
Sejak kolaborasi itu berjalan, performa Milan di lapangan menunjukkan perbaikan. Stabilitas permainan dan konsistensi hasil menjadi sinyal positif bagi manajemen.
Namun, tidak semua keputusan berjalan mulus. Kebijakan pembelian pemain justru memunculkan perbedaan pandangan di jajaran petinggi klub.
CEO Giorgio Furlani dikabarkan mempertanyakan besarnya dana yang digelontorkan untuk beberapa rekrutan baru. Nilai investasi yang mendekati 40 juta euro untuk sejumlah nama dianggap perlu dikaji ulang secara matang.
Situasi makin rumit ketika negosiasi Jean-Philippe Mateta yang akhirnya batal terekspos ke publik. Proses tersebut disebut tidak sepenuhnya melibatkan seluruh elemen manajemen, sehingga menimbulkan kesan kurangnya koordinasi.
Gesekan kecil itu perlahan membesar menjadi bahan evaluasi internal. Milan sebagai institusi tentu ingin memastikan setiap kebijakan berjalan dalam satu arah yang sama.
Kini, Tare menghadapi ujian pertamanya sejak dipercaya memegang jabatan strategis tersebut. Evaluasi akhir musim akan menjadi momen krusial yang menentukan apakah ia tetap menjadi arsitek proyek olahraga Rossoneri atau harus mengakhiri perjalanannya lebih cepat dari yang dibayangkan.
Load more