Badai Cedera Hantam Inter Milan Jelang Coppa Italia: Setelah Lautaro, Kini Bonny Terancam Absen
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com – Inter Milan kembali diterpa kabar kurang sedap jelang semifinal Coppa Italia. Di saat fokus tertuju pada laga krusial melawan Como, masalah cedera justru kembali menghantui ruang ganti Nerazzurri.
Ange-Yoan Bonny menjadi nama terbaru dalam daftar pemain yang bermasalah secara fisik. Penyerang muda asal Prancis itu dilaporkan berlatih terpisah di Appiano Gentile setelah mengeluhkan nyeri pada bagian betis.
Keluhan tersebut muncul usai kemenangan 2-0 atas Genoa di San Siro akhir pekan lalu. Meski sempat tampil dalam laga itu, kondisinya ternyata belum sepenuhnya pulih.
Laporan dari Sport Mediaset menyebutkan belum ada agenda pemindaian lanjutan dalam waktu dekat. Namun, tingkat kelelahan yang dialami Bonny membuat peluangnya tampil melawan Como kian menipis.
Situasi ini jelas bukan kabar yang ingin didengar Cristian Chivu. Sang pelatih tengah berupaya menjaga konsistensi tim di tengah jadwal padat yang membentang di dua kompetisi berbeda.
Inter sebelumnya sudah kehilangan kapten sekaligus andalan lini depan, Lautaro Martinez. Kini opsi di sektor serang kembali tereduksi saat Bonny diragukan tampil.
Praktis hanya tersisa Francesco Pio Esposito dan Marcus Thuram sebagai penyerang senior yang benar-benar siap tempur. Beban di pundak keduanya pun semakin berat, terlebih mereka sudah tampil intens dalam beberapa pekan terakhir.
Memainkan salah satu dari mereka sebagai starter dalam tiga laga hanya dalam delapan hari tentu bukan keputusan ringan. Risiko kelelahan hingga potensi cedera lanjutan menjadi bayang-bayang yang tak bisa diabaikan.
Kondisi ini memaksa staf pelatih mempertimbangkan alternatif lain. Opsi memanggil pemain dari tim Under-23 mulai mengemuka untuk sekadar menambah kedalaman di bangku cadangan.
Di sisi lain, perubahan taktik juga semakin realistis untuk diterapkan. Chivu disebut tengah mematangkan kemungkinan beralih ke formasi 3-4-2-1 demi memaksimalkan kekuatan lini kedua.
Skema tersebut diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada satu penyerang murni. Dengan sokongan gelandang serang yang lebih aktif, Inter tetap bisa menjaga daya gedor tanpa harus memforsir lini depan.
Namun, perubahan sistem tentu membutuhkan adaptasi cepat. Waktu persiapan yang singkat menjelang semifinal membuat keputusan ini harus dihitung secara cermat.
Laga melawan Como bukan sekadar pertandingan biasa. Coppa Italia menjadi salah satu target realistis Inter musim ini di tengah persaingan ketat kompetisi domestik.
Bagi Bonny sendiri, situasi ini tentu mengecewakan. Di usia muda, kesempatan tampil di partai penting seperti semifinal merupakan panggung yang jarang datang dua kali.
Kini semua bergantung pada respons tubuhnya dalam beberapa hari ke depan. Inter hanya bisa berharap kabar medis segera membaik, karena badai cedera yang berkepanjangan dapat menjadi ancaman serius bagi ambisi mereka musim ini.
(sub)
Load more