Pelatih Inter Miami Mengaku Kaget Kunjungan ke Gedung Putih Tiba-tiba Diisi Obrolan Politik Donald Trump
- REUTERS/Jonathan Ernst
tvOnenews.com - Skuad Inter Miami melakukan kunjungan ke Gedung Putih sebagai bentuk perayaan setelah menjuarai MLS Cup 2025.
Tradisi mengundang tim juara ke Gedung Putih memang telah lama menjadi bagian dari budaya olahraga di Amerika Serikat.
Seluruh pemain Inter Miami turut hadir dalam acara tersebut, termasuk megabintang Lionel Messi dan penyerang Uruguay Luis Suárez.
Mereka bahkan berdiri di atas panggung saat Presiden AS Donald Trump menyampaikan sambutan kepada media dan para tamu undangan.
Dalam pidatonya, Trump memuji Messi secara terbuka. Ia bahkan berkelakar bahwa legenda Argentina tersebut mungkin lebih hebat dibandingkan ikon sepak bola Brasil, Pelé.
“Leo mungkin lebih baik daripada Pele,” kata Trump di hadapan para tamu.
Trump juga menyebut putranya, Barron, sebagai penggemar berat Messi sekaligus bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.
“Dia pikir Anda adalah sosok yang luar biasa. Dia penggemar besar Anda, dan juga seorang pria bernama Ronaldo,” ujar Trump.
Namun, suasana acara tidak sepenuhnya berfokus pada sepak bola seperti yang dibayangkan oleh para pemain Inter Miami.
Tak lama setelah mereka tiba, Trump justru membahas sejumlah isu politik dan internasional di hadapan media.
Ia menyinggung konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta beberapa isu lain seperti kondisi pasar saham Dow Jones dan situasi politik di Venezuela.
Pidato tersebut membuat acara yang awalnya bersifat seremonial olahraga melebar menjadi pembahasan berbagai isu politik.
Pelatih Inter Miami Javier Mascherano mengaku cukup terkejut dengan arah pembicaraan dalam acara tersebut.
Ia mengatakan sebelumnya pihak tim mendapat informasi bahwa kunjungan itu hanya akan menjadi pertemuan singkat untuk membicarakan sepak bola dan merayakan gelar juara.
“Saya pikir kami akan berbicara tentang sepak bola,” kata Mascherano.
Mascherano menjelaskan bahwa kunjungan tersebut sebenarnya telah dijadwalkan sekitar satu setengah hingga dua bulan sebelumnya, jauh sebelum situasi geopolitik terbaru memanas.
“Kami hanya mengikuti protokol yang memang sudah menjadi tradisi, yaitu datang ke Gedung Putih sebagai tim juara,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa rombongan tim hanya berada di Gedung Putih selama beberapa jam dan tidak memiliki banyak interaksi langsung dengan Presiden Trump selain yang terlihat di televisi.
Load more