Sindir Rekan Setimnya, Maarten Paes Kesal Setengah Mati Ajax Amsterdam Dikalahkan Groningen 1-3
- ajax.nl
Jakarta, tvOnenews.com - Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tampaknya menyindir rekan setimnya setelah Ajax Amsterdam menderita kekalahan. Mereka takluk di tangan FC Groningen dengan skor 1-3.
De Amsterdammer kembali mengandalkan Paes di bawah mistar dalam pertandingan kontra Groningen, Sabtu (7/3/2026) malam kemarin WIB. Itu merupakan pertandingan ketiganya bersama Ajax sejak bergabung pada musim dingin lalu.
Paes telah diandalkan sebagai starter belakangan seiring dengan cederanya Vitezslav Jaros pada akhir Februari lalu. Dia berhasil melakukan banyak penyelamatan dalam dua laga pertama hingga hanya kebobolan sekali.
Namun, dalam pertandingan terakhir melawan Groningen, kiper berusia 27 tahun itu melihat sebuah kekurangan yang luar biasa. Kiper Timnas Indonesia itu menekankan bahwa timnya tidak menunjukkan diri sebagai tim.
“Di babak pertama, terlepas dari golnya, tidak ada banyak yang terjadi, namun kami tidak keluar dari ruang ganti dengan merasa kuat,” kata Paes seusai laga, dilansir Voetbal International.
“Dan setelah tertinggal 1-2, kami tidak menunjukkan apa pun bahwa kami adalah sebuah tim. Itu menyakitkan,” tambahnya.
Paes menekankan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan siapa pun untuk kekalahan ini. Dia juga menyadari bahwa dirinya punya porsi kesalahan dari kekalahan ini.
“Namun saya melihat kepada diri sendiri terlebih dulu. Saya bukanlah orang yang menunjuk oran; saya orang penting, jadi saya memikul tanggung jawab itu. Tapi saya rasa kalian semua melihat bahwa kami saling mengecewakan pada akhirnya," tandasnya.
Sang kiper Timnas Indonesia mendapatkan rating buruk 6,5 dari pertandingan tersebut menurut penyedia statistik Sofascore. Dia menghadapi enam tembakan ke gawang, namun hanya bisa menyelamatkan tiga di antaranya.
Walau begitu, Maarten Paes juga tidak cukup terbantu dengan para rekan setimnya. Sebab, Ajax bermain secara tercerai berai.
"Sebuah tim, orang-orang yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kita akan melihat yang terbaik, apakah kita benar-benar sebuah tim atau tidak. Kita semua harus bercermin dan melihat bagaimana kita bisa berkembang,” kata Paes.
Load more