Dianggap Remehkan Bosnia karena Peringkat 66 FIFA, Dzeko Bela Selebrasi Bintang Inter Milan Jelang Final Playoff Piala Dunia 2026
- REUTERS/Amel Emric
Jakarta, tvOnenews.com – Kapten timnas Bosnia & Herzegovina, Edin Dzeko, membela Federico Dimarco setelah selebrasi pemain Inter Milan itu menjadi viral di media sosial. Dzeko menegaskan bahwa gestur Dimarco sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun.
Kejadian itu terekam saat Dimarco merayakan kemenangan Bosnia atas Wales dalam babak semifinal playoff Piala Dunia FIFA 2026, Kamis lalu. Selebrasi yang unik ini kemudian memicu perdebatan karena dianggap meremehkan Bosnia sebagai lawan Italia.
Beberapa pihak menduga, selebrasi Dimarco muncul dari rasa lega karena Italia menghadapi tim dengan peringkat FIFA lebih rendah, di mana Bosnia berada di posisi 66, dibanding Wales yang menempati peringkat 35. Namun, Dzeko menegaskan, reaksi berlebihan di media sosial sering kali membuat hal kecil terlihat besar.
Menurut Dzeko, Dimarco hanya mengekspresikan kegembiraannya tanpa niat negatif kepada siapa pun. Ia menambahkan bahwa konteks emosional dalam olahraga kadang sulit dipahami oleh publik luar.
Kesalahan teknis juga terjadi dari pihak penyiar, DAZN, yang sempat salah menulis Bosnia menjadi Serbia di media sosial. Walau cepat dikoreksi, blunder tersebut semakin menarik perhatian publik dan memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Media lokal Bosnia, N1, menyoroti insiden ini dan memastikan bahwa pemain serta suporter sama-sama memahami kesalahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa viralnya momen ini lebih karena efek media sosial daripada niat buruk.
Bosnia kini bersiap menghadapi Italia dalam final playoff Piala Dunia di Zenica. Tim asuhan Dzeko menargetkan kualifikasi Piala Dunia pertama sejak 2014, sehingga tekanan untuk meraih kemenangan sangat besar.
Di sisi lain, Italia berusaha keras menghindari catatan buruk tidak lolos Piala Dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut. Dzeko memahami tekanan ini, namun menekankan pentingnya melihat konteks saat menilai selebrasi pemain.
“Kita semua melihat apa yang terjadi,” ujar Dzeko. “Ini normal, setiap orang punya preferensi sendiri. Mungkin saya sendiri tidak ingin bermain melawan Italia di final ini.”
Ia menambahkan, media sosial kerap membesar-besarkan hal kecil hingga tampak kontroversial. “Dimarco jelas tidak ingin menyinggung siapa pun, dan saya pun tidak melihat masalah dari gesturnya,” kata Dzeko.
Dzeko juga mengungkapkan bahwa Dimarco sempat menghubunginya untuk meminta maaf dan menjelaskan maksud selebrasinya. Pesan itu menegaskan bahwa gestur tersebut lahir dari kegembiraan murni, bukan provokasi.
Pernyataan Dzeko menjadi pengingat bahwa pemain memiliki sisi manusiawi yang kadang disalahartikan. Viral di media sosial tidak selalu identik dengan niat buruk, melainkan refleksi emosi sesaat yang terekam publik.
Momen ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai dampak media sosial terhadap persepsi publik. Para pemain, pelatih, dan suporter diingatkan untuk tetap bijak menanggapi setiap peristiwa di lapangan maupun di dunia maya.
(sub)
Load more