Reaksi Netizen Belanda usai Justin Hubner Semprot NAC Breda Gara-Gara Tersandung Masalah Paspor
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Para netizen Belanda memberikan respons terhadap pernyataan Justin Hubner. Sang pemain Timnas Indonesia menyemprot NAC Breda setelah tersandung masalah paspor.
Selama beberapa pekan terakhir, para pemain skuad Garuda dilanda oleh masalah paspor di Liga Belanda. Laporan NAC Breda kepada Go Ahead Eagles atas kehadiran Dean James telah berujung kepada masalah pelik.
Para pemain Timnas Indonesia pun terkena dampaknya. Tak hanya Dean James, tiga pemain lainnya pun terkena dampak, termasuk Justin Hubner.
Namun, masalah ini terselesaikan untuk sementara. Para pemain Timnas Indonesia, termasuk Hubner, sudah bisa kembali ke lapangan di akhir pekan.
Pemain berusia 22 tahun itu menjadi starter lagi untuk Fortuna Sittard. Uniknya, lawan pertama yang dihadapi olehnya adalah NAC Breda, yang memulai skandal ini.
Imbas dari hal itu, Hubner mengutarakan amarahnya setelah duel yang berakhir imbang 1-1 pada Minggu (12/4/2026) kemarin. Dia mempermasalahkan sikap NAC yang melaporkan James hingga berdampak kepada skandal.
“Itu tidak menyenangkan ketika Anda tidak diperbolehkan berlatih dan bermain karena masalah paspor,” kata Hubner kepada ESPN Belanda.
"Menurut saya, tindakan manajemen klub itu keterlaluan. Apa peduli mereka dengan kewarganegaraan Anda? Main saja sepak bola," sambungnya.
Menurut Hubner, yang dilakukan oleh manajemen NAC adalah hal konyol. Sebab, mereka menderita kekalahan telak dengan skor 0-6 dari Go Ahead Eagles.
“Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead, Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor. Ini juga tentang Dean James, tetapi bukan berarti dia mencetak lima gol melawan NAC. Dia hanya seorang bek kiri, dia melakukan tugasnya. Skandal dari manajemen klub NAC, konyol,” tandasnya.
Video wawancara Hubner diedarkan oleh ESPN di media sosial. Sejumlah netizen berbahasa Belanda pun mengutarakan responsnya terhadap situasi ini.
Banyak yang berpendapat bahwa Hubner tak perlu menyatakan hal ini. Fortuna Sittard pun disalahkan karena memperbolehkannya berbicara kepada media.
“Sungguh memalukan bagi manajemen klub Fortuna karena mengizinkan anak ini diwawancarai. Dia seharusnya dilindungi dari dirinya sendiri. Jika dokumen Anda tidak lengkap, Anda tidak berhak berbicara. Teruslah bermain sepak bola dengan baik bersama para pemain yang diizinkan,” kata netizen Belanda kepada unggahan ESPN Belanda.
“Sungguh, ini benar-benar menghentikan percakapan ketika satu-satunya argumen balasan Anda adalah skor 6-0. Aturannya tampak sangat jelas bagi saya. Anda hanya tidak memenuhi syarat untuk bermain, atau apakah kita akan mulai menurunkan pemain yang sebenarnya sedang diskors? ‘Biarkan saja mereka bermain, bung,’ seperti yang dia sendiri katakan,” tandas yang lain.
“Hahahaha. Anak itu hanya perlu mematuhi aturan. Itu titik awalnya. Apakah NAC ingin mengambil keuntungan dari situasi ini atau tidak, itu bukan wewenangnya untuk menilainya,” tukas yang lain.
Namun, seorang penggemar FC Volendam sepakat dengan Hubner. Pelaporan pemain menjadi hal yang memalukan untuk sebuah klub setelah kalah.
“Kita bisa saja mengajukan banding untuk tambahan waktu 120 detik Hübner di Volendam-Fortuna (1-2). Tapi ya, bahkan kami sendiri menganggap itu terlalu menggelikan, jadi kami tidak repot-repot melakukannya,” katanya. (rda)
Load more