Baru Saja Raih Scudetto ke-21, Lautaro Martinez Ingin Tambah Trofi Juara Buat Inter Milan: Masih Ada Ruang di Lemari Piala Kami
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Lautaro Martinez menegaskan ambisi besarnya meski baru saja membawa Inter Milan meraih Scudetto ke-21. Sang kapten menilai perjalanan tim belum selesai karena masih ada ruang untuk menambah koleksi trofi di lemari klub.
Inter Milan baru saja mengukuhkan diri sebagai penguasa sepak bola Italia musim ini. Keberhasilan tersebut tidak membuat mereka berpuas diri, justru memantik motivasi untuk terus menjaga dominasi.
Kemenangan 2-0 atas Parma Calcio 1913 menjadi penutup manis dalam perburuan gelar. Padahal, satu poin saja sudah cukup, tetapi Inter memilih tampil menekan demi menyuguhkan performa terbaik di hadapan para pendukungnya.
Marcus Thuram kembali mencuri perhatian lewat gol pembuka yang memperpanjang tren impresifnya. Sementara itu, Henrikh Mkhitaryan memastikan kemenangan setelah memaksimalkan umpan matang dari Lautaro.
Momen ini terasa lebih istimewa karena Inter akhirnya memastikan gelar di kandang sendiri. Untuk pertama kalinya dalam 37 tahun, pesta juara bisa dirayakan langsung di San Siro bersama para suporter.
Dalam perjalanan panjang sebelumnya, Inter kerap mengunci gelar saat bermain tandang. Situasi itu membuat euforia terasa berbeda dibandingkan musim ini yang penuh kedekatan emosional dengan publik sendiri.
Tak hanya soal trofi, Inter juga mencatatkan produktivitas luar biasa sepanjang musim. Lebih dari 100 gol berhasil mereka ciptakan, sebuah angka yang jarang dicapai dalam kompetisi seketat Serie A.
Musim ini sejatinya diawali dengan keraguan besar terhadap tim. Inter datang dari periode sulit setelah gagal meraih gelar dan harus memulai era baru di bawah Cristian Chivu yang menggantikan Simone Inzaghi.
Namun, perubahan tersebut justru membawa dampak positif yang signifikan. Chivu dinilai mampu menghadirkan energi baru yang membuat ruang ganti kembali hidup.
“Pelatih melakukan pekerjaan luar biasa dengan membawa energi dan antusiasme baru. Setelah empat tahun yang hebat bersama Simone, mungkin kami memang membutuhkan perubahan suasana setelah final Liga Champions,” ujar Lautaro, dilansir dari DAZN.
Ia menilai suasana latihan menjadi lebih segar dan membuat setiap pemain merasa terlibat. “Chivu membuat semua pemain merasa terlibat dan bahkan bisa berlatih dengan senyuman, itu sangat membantu,” tambahnya.
Selain faktor taktik, Lautaro juga menyoroti pentingnya kebersamaan tim. Menurutnya, soliditas menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketatnya persaingan di liga.
Perjalanan Inter musim ini pun belum mencapai garis akhir. Mereka masih memiliki peluang untuk meraih gelar tambahan di kompetisi domestik.
Laga final Coppa Italia melawan Lazio di Stadion Olimpico akan menjadi ujian berikutnya. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 13 Mei dan berpotensi menghadirkan trofi kedua musim ini.
Di sisi lain, Lautaro juga membidik pencapaian individu sebagai pencetak gol terbanyak. Ambisi itu berjalan seiring dengan target tim untuk terus menjaga standar tinggi.
“Selalu ada ruang untuk trofi tambahan di lemari! Itu adalah mentalitas saya dan Inter, jadi saya sangat bangga mengenakan jersey ini,” tegas Lautaro. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bagi Inter Milan, gelar juara bukan akhir, melainkan awal dari target yang lebih besar.
(sub)
Load more