Tersingkir Dramatis, Pelatih Bayern Munchen Sindir Keputusan Wasit usai PSG Lolos ke Final Liga Champions
- REUTERS/Angelika Warmuth
Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan Bayern Munchen melangkah ke final Liga Champions 2025/2026 meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi Vincent Kompany. Pelatih asal Belgia itu menilai timnya sudah berjuang maksimal, namun hasil akhir belum berpihak kepada Die Bayern.
Bayern harus mengubur mimpi tampil di partai puncak usai ditahan imbang Paris Saint-Germain dengan skor 1-1 pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Kamis (7/5) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat wakil Jerman tersingkir karena kalah agregat 5-6 dari klub asal Prancis tersebut.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. PSG langsung menekan dan berhasil mencuri gol cepat yang membuat publik tuan rumah terdiam.
Gol pembuka PSG lahir melalui aksi Ousmane Dembele. Penyerang timnas Prancis itu sukses memaksimalkan umpan matang Khvicha Kvaratskhelia setelah serangan balik cepat gagal dihentikan lini pertahanan Bayern Munchen.
Tertinggal lebih dulu membuat Bayern berusaha meningkatkan intensitas serangan. Tim asuhan Vincent Kompany beberapa kali mengurung pertahanan PSG demi mencari gol penyama kedudukan.
Meski mendominasi penguasaan bola di sejumlah momen, Bayern kesulitan membongkar pertahanan lawan. Barisan belakang PSG tampil disiplin dan mampu mematahkan berbagai peluang yang dibangun Harry Kane dan kolega.
Tekanan demi tekanan terus dilakukan Bayern sepanjang babak kedua. Namun efektivitas serangan menjadi persoalan utama yang membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Gol yang dinanti publik Allianz Arena akhirnya datang pada masa injury time. Harry Kane sukses mencetak gol penyeimbang lewat sepakan kaki kiri pada menit ke-90+4.
Namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Bayern Munchen. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai dan memastikan PSG melangkah ke final Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun.
Pada partai final nanti, PSG dijadwalkan menghadapi Arsenal yang sebelumnya berhasil memastikan tiket ke laga puncak. Duel tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama sedang berada dalam performa impresif musim ini.
Usai pertandingan, Vincent Kompany mencoba menerima kenyataan pahit yang dialami timnya. Ia menilai pertandingan berjalan cukup seimbang antara kedua tim.
Meski demikian, Kompany tidak menutupi rasa kecewanya terhadap sejumlah keputusan wasit Joao Pinheiro. Menurutnya, beberapa momen penting justru merugikan Bayern Munchen dalam pertandingan krusial tersebut.
"Kami lebih baik di beberapa momen, dan di momen lain mereka lebih baik. Kami berada di level yang sama," ujar Kompany dikutip dari Bulinews, Kamis (7/4/2026).
"Kualitas pemain akan menentukan jenis pertandingan seperti ini, tetapi keputusan juga. Tidak ada yang menguntungkan kami, jika Anda melihat momen-momen yang diperdebatkan, semuanya selalu merugikan kami," tambahnya.
Pelatih berusia 40 tahun itu juga menyinggung insiden yang menurutnya layak menghasilkan kartu merah maupun penalti. Akan tetapi, wasit dinilai memilih untuk tidak mengambil keputusan tersebut.
"Saya melihat kartu merah dan penalti malam ini, tetapi wasit tidak melihatnya. Saya tahu aturannya, dan bola itu berasal dari pemainnya sendiri, tetapi ayolah, dari jarak 10 meter dengan tangan di atas kepala?" kata Kompany.
Terlepas dari kontroversi yang terjadi sepanjang laga, Kompany tetap memberikan penghormatan kepada PSG. Ia menilai klub asal Paris tersebut memang pantas disebut sebagai salah satu tim terbaik di Eropa dalam beberapa musim terakhir.
"Hal itu tidak mengurangi kualitas PSG. Mereka menjadi salah satu tim terbaik di Eropa selama tiga tahun terakhir," ucap Kompany.
"Kami kurang beruntung, karena kita berkompetisi. Setiap kali kami menghadapi mereka, rasanya kami sangat dekat," tutupnya.
(igp/rda)
Load more