Cristian Chivu Luruskan Pernyataan soal Milan dan Juventus: Saya Sangat Menghormati Keduanya
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Cristian Chivu memberikan klarifikasi terkait komentarnya tentang AC Milan dan Juventus. Pelatih Inter Milan itu menegaskan dirinya tidak bermaksud meremehkan kedua rival tersebut.
Pernyataan Chivu sebelumnya sempat menjadi perbincangan di Italia. Sorotan muncul setelah ia membahas duel langsung Inter dengan para pesaingnya.
Chivu kembali menjelaskan maksud ucapannya setelah Inter menghadapi Napoli. Nerazzurri menang dramatis 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.
Sebelumnya, Chivu mempertanyakan istilah duel head-to-head. Ia menilai seluruh pertandingan memiliki arti penting dalam persaingan di klasemen.
“Saya lelah mendengar apa yang saya dengar sepanjang tahun lalu, yang sebenarnya juga wajar: menyalahkan tim atas hal-hal yang tidak bisa mereka lakukan,” ujar Chivu, dilansir dari Sky Sports.
Menurut Chivu, Inter mendapat sorotan karena dua hasil yang dianggap menghambat. Kekalahan dalam duel head-to-head dan laga melawan Bodo Glimt menjadi perhatian utama.
“Saya pikir saat ini Inter mendapat sorotan karena dua hal: kekalahan dalam duel head-to-head dan pertandingan melawan Bodo Glimt,” katanya.
Komentar tersebut kemudian dikaitkan dengan Milan dan Juventus. Chivu pun merasa perlu menjelaskan bahwa ucapannya bukan bentuk penghinaan terhadap kedua klub.
“Saya tidak meremehkan siapa pun, baik Milan maupun Juventus. Kita semua tahu arti kedua klub tersebut bagi sepak bola Italia,” ujar Chivu.
“Saya sangat menghormati keduanya,” lanjut pelatih asal Rumania tersebut. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud mengecilkan sejarah dua klub besar Italia itu.
Chivu juga menyayangkan bagian lain dari pernyataannya yang menurutnya tidak diberitakan. Ia menyebut semua pertandingan sebagai duel penting, termasuk saat menghadapi tim penghuni dasar klasemen.
“Bagi saya, semua pertandingan merupakan duel head-to-head, bahkan ketika menghadapi tim yang berada di posisi terbawah,” ucap Chivu.
Ia kemudian menyinggung cara pemberitaan di era media digital. Menurutnya, sisi negatif dari sebuah pernyataan kerap lebih menarik perhatian pembaca.
“Kita tahu bahwa hal-hal negatif menghasilkan berita. Ada banyak permainan clickbait, menciptakan interaksi, dan mencari lebih banyak pengikut,” kata Chivu.
Load more