Teriakan Histeris Menggema di Tambang Lawang Tua, 3 Penambang Tak Tertolong
- Irwan
Sumbawa, tvOnenews.com - Suasana di kawasan tambang emas rakyat Lawang Tua, Desa Lantung, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Para penambang yang tengah bekerja tiba-tiba tertimpa material batu dan tanah dari tebing tambang yang runtuh. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA.
Sembilan penambang terdampak dalam kejadian itu. Tiga orang meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka.
Teriakan histeris terdengar setelah material tebing runtuh. Warga yang mendengar suara tersebut langsung berdatangan ke lokasi. Bersama penambang lainnya, mereka berusaha mengeluarkan para korban yang tertimbun dan membawa mereka ke tempat yang lebih aman.
Karyawan camp setempat juga ikut membantu proses evakuasi. Kendaraan operasional jenis Hilux digunakan untuk membawa para korban menuju Puskesmas Lantung sekitar pukul 22.00 WITA.
Kepolisian Resor Sumbawa kemudian menerima laporan kejadian tersebut dan langsung melakukan penanganan.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., bersama sejumlah pejabat utama Polres Sumbawa turun langsung ke lokasi sekitar pukul 00.30 WITA untuk memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP).
Satu Korban Meninggal di Lokasi
Kasi Humas Polres Sumbawa Iptu Zainal Arifin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika para korban bersama penambang lainnya sedang mengambil material di bagian bawah tebing.
Pada saat yang sama, terdapat aktivitas penambangan di bagian atas tebing. Aktivitas tersebut diduga dilakukan dengan cara mencongkel atau membetel batu.
Material batu dan tanah kemudian runtuh dari bagian atas tebing dan jatuh ke area tempat para penambang berada.
"Akibat dari kecelakaan kerja ini, tiga orang penambang meninggal dunia, masing-masing satu orang meninggal di TKP dan dua orang lainnya meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung. Enam orang lainnya mengalami luka-luka," ujar Iptu Zainal Arifin.
Dari tiga korban yang meninggal dunia, satu orang yakni SY (44), warga Kecamatan Lopok, meninggal di lokasi kejadian.
Sementara dua korban lainnya, SF (58) dan I (19), yang merupakan warga Kecamatan Moyo Hilir, meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lantung.
Load more