Jay Idzes cs Bikin Luciano Spalletti Malu usai Juventus Ditaklukkan Sassuolo 2-3 di Liga Italia
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui rasa malunya setelah kekalahan dari Sassuolo. Padahal, Neroverdi kehilangan Jay Idzes di saat-saat akhir.
I Bianconeri melawat ke Mapei Stadium pada Senin (14/9/2026) dini hari tadi WIB untuk lanjutan kasta tertinggi Liga Italia 2026-2027. Mereka mendominasi pada awalnya, namun duel di babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Sassuolo justru memberi kejutan di menit ke-65 setelah Sebastiano Esposito sukses memecahkan kebuntuan. Spalletti memasukkan Edon Zhegrova dari bangku cadangan, dan sang penyerang asal Kosovo sukses mencetak gol resmi pertamanya untuk Bianconeri usai bergabung dari Lille pada musim panas tahun lalu.
Sayangnya, Kieron Bowie mengembalikan keunggulan Sassuolo. Zhegrova sempat mencetak gol keduanya yang kembali menyetarakan skor, namun Neroverdi memenangkan duel sengit di menit-menit akhir lewat serangan balik yang diselesaikan oleh Vasilije Adzic, yang notabenenya adalah pemain pinjaman dari Juve.
Juventus baru bisa mencetak gol setelah Jay Idzes ditarik keluar. Sang bek tengah Timnas Indonesia mengalami cedera di menit ke-81 yang menyebabkan lini pertahanan Neroverdi jadi terbuka.
- REUTERS/Guglielmo Mangiapane
Spalletti mengutarakan rasa kesalnya setelah laga. Dia menganggap bahwa Juventus seharusnya bisa memenangkan laga ini.
"Ini kekalahan yang sangat menyakitkan karena tim sebenarnya bisa menang. Tim kehilangan keseimbangan dan alasan untuk menang, menyerang dengan delapan pemain di lapangan yang seharusnya setidaknya jumlah pemainnya seimbang,” katanya.
“Tapi kami juga bisa mencetak gol 3-2; para pemain berusaha untuk menang, dan sayalah yang menyemangati mereka," tambah Spalletti kepada DAZN seusai laga, dilansir Corriere dello Sport.
Dia mengungkap penyebab kegagalan meraih kemenangan yang didambakan. Spalletti menilai anak-anak asuhnya terlalu mengikuti instruksinya terlalu literal.
“Mungkin mereka mengikuti instruksi saya terlalu ketat karena terlalu banyak dari mereka kemudian menyerbu ke area penalti untuk membalikkan keadaan,” katanya.
Walau begitu, dia tetap mengapresiasi cara kerja tim ini yang berjuang untuk meraih kemenangan di menit-menit akhir. Sayangnya, itu membuat tim menjadi kehilangan keseimbangan./
“Namun, kita juga perlu mempertimbangkan niat positif tim untuk memenangkan pertandingan dengan segala cara. Kemudian kita kehilangan bola alih-alih mengakhiri pertandingan dan kita meninggalkan ruang-ruang kosong di sini. Ini tentu kesalahan kita, tetapi semuanya berakar dari keinginan untuk membalikkan keadaan," pungkasnya. (rda)
Load more